Penderita Lumpuh Layu Jalani Perawatan di RSUD Pesawaran

167
Foto Arul - Penderita lumpuh layu, Ani (38) warga Desa Waylayap, Kecamatan Gedongtataan saat ini sedang menjalani pemeriksaan medis di RSUD Pesawaran.
GEDONGTATAAN – Penderita lumpuh layu, Ani (38) warga Desa Waylayap, Kecamatan Gedongtataan saat ini sedang menjalani pemeriksaan medis di RSUD Pesawaran.
 
Ani yang menderita lumpuh layu selama delapan belas tahun terakhir dijemput oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pesawaran untuk mendapatkan perawatan medis di RSUD Pesawaran setelah pihak pukesmas memberikan laporan kepada dinas terkait untuk melakukan penanganan penderita lumpuh layu tersebut.
 
Namun, dokter spesialis penyakit dalam, dr. Metran Ditama yang melakukan penanganan terhadap Ani di RSUD Pesawaran menyatakan bahwa penderita lumpuh layu tersebut harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Type B atau RSUD provinsi.
 
“Karena (Ani, red) setelah saya periksa di UGD ternyata fisik dia bagus dan untuk kondisi vital juga cukup baik. Jadi untuk ibu Ani, ada beberapa pemeriksaan lanjutan karena ada kelemahan saraf untuk anggota gerak. Maka untuk mengetahui diagnosa penyebab utamanya kita harus merujuk ke RSUD Abdul Moeloek sebagai RSUD type B karena terdapat berbagai sarana dan prasarana termasuk bagian saraf yang dapat memeriksa lebih lanjut mengenai kelemahan anggota gerak, terutama kaki dan tangan,” ungkapnya kemarin.
 
Dikatakan Metran, saat ini, RSUD Kabupaten Pesawaran masih mengalami keterbatasan tenaga dokter dan prasarana untuk menangani penderita penyakit lumpuh layu. Dirinya juga tidak bisa memastikan mengenai berapa lama proses penanganan penyembuhan terhadap penderita penyakit tersebut.
 
“Kita tidak bisa memastikan berapa hari proses penyembuhanya. Karena penanganan saat ini hanya untuk mengontrol agar penyakit tersebut tidak terjadi komplikasi dengan penyakit lainnya,” tuturnya.
 
dr. Metran menambahkan, perawatan lebih lanjut terhadap penderita penyakit lumpuh layu tersebut akan ditentukan setelah melakukan diagnosa lebih lanjut. 
 
“Apakah hasilnya nanti akan dilakukan perawatan atau pengobatan di RSUD Abdul Moeloek ataukah dirujuk ke Rumah sakit type A yaitu RS Cipto Mangunkusumo di Jakarta,” pungkasnya. (cw1/esn)
BACA :  KPU Simulasikan Pemungutan Suara Dengan Protokol Kesehatan