Pengembangan Potensi Desa di Kecamatan Penengahan

220
Foto Ilustrasi

PENENGAHAN – Pemerintah Kecamatan Penengahan tengah menggulirkan roadshow sekaligus silaturahmi ke tokoh pemuda, tokoh masyarakat di wilayahnya. Langkah ini dilakukan sebagai penguatan kedekatan, dan sinergi dalam rangka meminta berbagi masukan dalam arahan pengembangan potensi-potensi di Kecamatan Penengahan.

Patut dinantikan apa saja potensi yang bakal dikembangakan oleh Pemerintah Kecamatan Penengahan. Sebab, hal semacam ini hanya menjadi perbincangan wacana semata pada pemerintahan sebelum-sebelumnya. Demi merealisasikan rencananya, peemrintah kecamatan setempat mengaku perlu tenaga ekstra untuk mewujudkannya.

Camat Penengahan, Erdiyansyah, S.H.,M.M, mengakui jika perlu banyak sumbangsih dari berbagai elemen masyarakat. Baik itu dalam hal pemikiran, rencana, tahapan, dan realisasinya. Bahkan, pria yang akrab disapa Erdi ini pun mengatakan eksekusinya pun memerlukan bantuan dari elemen-elemen masyarakat.

BACA :  Nakes Mulai Registrasi Vaksinasi

“Sekarang baru tahapan-tahapannya dulu. Mungkin nantilah, nunggu eksekusi realisasi,” katanya kepada Radar Lamsel, Selasa (30/7) kemarin.

Erdi sedikit memberi bocoran mengenai pengembangan potensi di wilayahnya itu. Menurut Erdi, Kecamatan Penengahan bisa dijadikan potensi sebagai taman bermain anak, dan kuliner. Kemudian pengembangan potensi wisata ziarah dan sejarah, serta potensi wisata seperti alam sawah, sungai, dan air terjun.

“Ya, ada beberapa desa yang memiliki sejumlah proyeksi. Seperti Desa Pasuruan, Ruangtengah, Tamanbaru, Kuripan, Padan, Waykalam, dan Gedungharta. Itu yang punya proyeksi, tapi belum dibicarakan dengan semua elemen,” ujarnya.

BACA :  Nakes Mulai Registrasi Vaksinasi

Demi melancarkan proyeksi potensi di desa-desa tersebut, kata Erdi, memang sangat memerlukan sinergi antara desa dengan melibatkan para tokoh dan elemen kreatif. Khususnya pemuda untuk realisasinya. Mantan Camat Kalianda ini mengatakan masih banyak waktu untuk membicarakan masalah tersebut dengan para tokoh-tokoh di desa.

“Belum dibicarakan sepenuhnya. Tapi itu yang punya potensi sudah mulai berjalan. Baru potensi dan proyeksi kita secara perlahan,” katanya. (rnd)