Perangi DBD, Satu Rumah, Satu Kader Jumantik

50
Istimewa - Pembentukan kader jumantik di Desa Candimas, Senin (19/8).

NATAR – Puskesmas Brantiraya menggencarkan program kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di setiap rumah tangga. Hal ini, dimaksud untuk mengantisipasi penyebaran penyakit akibat gigitan nyamuk yang dapat mengakibatkan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Puskesmas Brantiraya dr Putra Kurniawan mengatakan, musim kemarau saat ini, patut diwaspadai terhadap penyebaran penyakit DBD. Untuk itu, dalam mengantisipasi penyebaran penyakit tersebut, petugas Puskesmas selalu melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat soal bahaya DBD.

“Untuk itu, kita menggencarkan program ini. Yakni, di setiap satu rumah harus ada satu kader jumantik,” jelas dia kepada Radar Lamsel, Senin (19/8).

Pria yang akrab disapa Iwan itu menyebur peran serta masyarakat sangat penting agar di wilayah kerjanya terbebas dari ancaman DBD. Untuk itu, pihaknya selalu sosialisasi kepada masyarakat soal menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah dan lingkungan masing-masing. “Tidak mudah melakukan perubahan tanpa dukungan dan kesadaran dari semua pihak, khususnya warga,” paparnya. 

BACA :  Mayat Lelaki Dekat Pabrik Roti Diduga Terbunuh

Ia menjelaskan, Puskesmas Brantiraya memang masuk dalam kategori endemis DBD. “Semoga dengan gerakan ini, Desa Branti, Candimas, Haduyang, Banharnegeri, Mandah dan Rulung hekok bisa berubah menjadi daerah bebas nyamuk,” tandasnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, program kader Jumantik sangat penting dilakukan, mengingat kondisi cuaca yang terjadi saat ini yang memungkinkan berkembang-biaknya nyamuk Aedes Aegypti dan menjadi penyebab penyakit DBD.

BACA :  Mayat Berlumur Darah Ditemukan Warga Dekat Pabrik Roti

“Cara terbaiknya adalah rajin membersihkan rumah dari sarang nyamuk yang dilakukan jumantik. Langkah ini sangat mudah untuk melakukan pemberantasan DBD, apalagi bila dibarengi dengan pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN),” imbuhnya.

Selain itu, bila dilanjutkan dengan masyarakat mulai menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah dan lingkungannya, pasti rumah dan lingkungan mereka menjadi asri, indah dan nyaman.

“DBD harus diberantas karena membahayakan kesehatan dan juga keselamatan warga. Semua pihak akan kami libatkan dalam upaya pencegahan ini. Sehingga wilayah Kecamatan Gunungguruh dapat terbebas dari penyebaran penyakit DBD,” tandasnya. (Kms)

BAGIKAN