Perbanyak Tanaman Tepi Pantai dan Water Break!

473
Ist for Radar Lamsel – Kondisi pantai Banding resort tampat ditumbuhi pohon kelapa, pohon ketapang dan dilengkapi pemecah ombak, Kamis (24/1).

KALIANDA – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan harus memperhatikan keberadaan tumbuhan ditepi pantai. Sebab tak banyak yang menyadari justru keberadaan tanaman serta water break turut andil menahan derasnya gelombang tsunami.

Seperti yang dipaparkan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Lampung Selatan Meizar Malanesia. Selain berfungi memecah derasnya gelombang keberadaan water break dan pepohonan mesti diutamakan.

“ Kalau kita lihat fungsi jangka panjangnya maka baik tanaman atau water break itu sama penting menahan laju debit air yang menjurus kedataran rendah,” kata Meizar kepada Radar Lamsel, Kamis (24/1).

Bila ditelisik, beberapa wilayah yang ditumbuhi banyak pohon kelapa, ketapang, serta tanaman mangroove kondisinya tidak akan terlalu parah bila dibandingkan wilayah pantai yang jarang ditumbuhi tanaman jenis itu.

BACA :  Waduh, kok Salah Hitungan!

Hal ini bisa dilihat di Desa Banding Kecamatan Rajabasa, serta Desa Tarahan Kecamatan Katibung yang berada tak jauh dari bibir pantai namun jumlah kerusakan yang diderita tidak separah kerusakan yang terjadi di Desa Way Muli Induk atau Desa Kunjir Kecamatan Rajabasa.

“ Air laut juga menjamah pemukiman warga tetapi tidak terlalu parah seperti yang terjadi di Way Muli dan Kunjir. Mungkin karena di Banding ada banyak pohon kelapa, pemecah ombak serta tanaman ketapang,” kata Bahri (40) warga Desa Banding.

BACA :  Huntap Kurang Lahan 6.000 Meter

Sementara Direktur Eksekutif Mitra Bentala Lampung Mashabi yang dijumpai belum lama ini menyarankan pemerintah daerah perlu membuat perencanaan dan penataan ruang wilayah pesisir yang dapat mencegah dampak bencana dalam bentuk mitigasi.

“ Ada istilah green belt alias sabuk hijau atau bisa dikatakan ruang hijau. Fungsinya itu tadi menahan laju debit air laut tatkala pasang atau menjurus kedataran rendah. Akan lebih baik bila green belt ini ditumbuhi pohon kelapa dan ketapang dan mangroove. Pemkab sudah harus mensterilkan wilayah pesisir dari radius yang telah ditentukan agar tidak dibangun hunian, bangunlah sabuk hijau itu,” tandasnya. (ver)