Percayakan Kader Jumantik Pantau Lingkungan

84
Ilustrasi DBD

KALIANDA – Puskesmas Way Urang memastikan wilayahnya masih aman dari serangan penyakit malaria ataupun DBD. Puskesmas yang menaungi masalah kesehatan masyarakat di 14 desa/kelurahan di Kecamatan Kalianda ini juga belum menemukan informasi mengenai dua penyakit berbahaya itu.

Kepala Puskesmas Way Urang, Saiful Anwar, S.Km menegaskan untuk sementara ini pihaknya belum menemukan tanda-tanda kedatangan penyakit yang dibawa oleh nyamuk tersebut. Meski demikian, Saiful meminta masyarakat di wilayah puskesmasnya tetap waspada supaya tidak terserang.

“Sementara ini belum ada, masih aman. Besok (hari ini’red) kita mau fogging. Kita melakukan kegiatan ini bersama-sama dengan pihak kepolisian,” katanya kepada Radar Lamsel, Rabu (15/1/2020).

BACA :  Desa dan Radar Lamsel Kolaborasi

Rencananya, fogging bersama kepolisian itu akan dilakukan di pantai Alau-alau Kalianda, atau yang dulu lebih dikenal dengan pantai Laguna Helau. Lebih lanjut, Saiful mengatakan bahwa juru pemantau jentik (jumantik) Puskesmas Way Urang tetap memantau kondisi di lapangan.

Meski jumantik memantau kondisi sekitar, Saiful mengatakan akan lebih efisien jika masyarakat ikut berperan mencegah lahirnya nyamuk penyebab malaria dan DBD dengan melakukan bersih-bersih lingkungan. Caranya dengan menguras bak mandi, dan membuang benda-benda yang bisa menampung air di mana tempat nyamuk bersarang.

BACA :  Tugas Asisten Ekobang Diambil Alih Sekda

“Jadi kembali lagi ke kesadaran masing-masing. Jumantik tetap kita kerahkan, tapi jumlahnya terbatas. Tidak bisa memantau semua wilayah, di sinilah masyarakat harus berperan membantu,” katanya.

Tak hanya lingkungan pedesaan atau kelurahan saja, Puskesmas Way Urang juga meminta kantor-kantor instansi dan institusi di wilayah ikut menjaga kebersihan lingkungan. Pasalnya, dari pantauan beberapa hari belakangan ini, petugas banyak menemukan lokasi yang berpotensi menjadi tempat nyamuk bertelur.

“Kami temukan beberapa. Makanya kami mengimbau supaya kantor-kantor dan sekolah-sekolah ikut bergerak. Begitu pula dengan kader-kader jumantik di desa dan kelurahan,” katanya. (rnd)