Peredaran Narkoba Terus Digembosi

108
Randi Pratama – Jajaran Polres Lamsel bersama anggota Komisi III DPR RI, Taufik Basari, menunjukkan barang bukti puluhan kilogram ganja saat press release di seaport interdiction, Kamis (23/7/2020).

BAKAUHENI – Peredaran narkoba di wilayah kabupaten Lampung Selatan terus digembosi oleh kepolisian. Kurun waktu sepekan, Polres Lamsel berhasil mengamankan ganja seberat 54,2 kilogram. Berikut dengan 5 tersangkanya.

 

Pada 12 Juli 2020 lalu, KSKP Bakauheni mengamankan ganja seberat 47 kilogram. Barang haram itu diurus oleh Zailani Rian Hambali, dan Aep Ajat Suhara. Keduanya berperan sebagai orang yang mengambil barang di loket Dakota Buana Semesta. Setelah mengamankan kedua orang ini, beberapa jam kemudian polisi melakukan pengembangan.

Polisi pun kembali mengamankan dua tersangka lainnya, yakni Rully Chaerul Rivai, dan Resky Seftian. Dua nama ini berperan sebagai pembeli barang. Polisi berhasil mengungkap modus operandi yang dipakai para tersangka. Puluhan kilogram ganja tersebut dikirim melalui kendaraan paket.

“Disimpan di dalam dua buah kardus dari Pekan Baru, atas nama pengirim Rudi. Dan penerimanya Andi Wicaksana,” kata Kapolres Lamsel, AKBP. Edi Purnomo, S.IK saat konferensi pers di seaport interdiction pelabuhan Bakauheni, Kamis (23/7/2020).

Pengungkapan selanjutnya terjadi pada 18 Juli 2020 lalu. Kali ini giliran jajaran Polsek Penengahan yang unjuk gigi dengan mengamankan ganja seberat 7,2 kilogram. Barang haram ini dimiliki oleh Heri Paruntungan. Seorang mahasiswa yang tinggal di desa Bakauheni, kecamatan Bakauheni.

Kronologis penangkapan bermula ketika polisi mencurigai gerak-gerik Heri yang membawa sebuah kardus kuning. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan, dan menemukan paket ganja uang dibungkus lakban. Heri membawa ganja itu dari Bandar Lampung atas perintah Etoy.

“Tersangka diupah Rp1,8 juta untuk membawa ganja ke Bakauheni. Kalau barangnya diambil dari seseorang bernama Anjar,” katanya.

 

Anggota Komisi III DPR RI, Taufik Basari, S.H.,M.Hum.,L.lm memberikan komentar terkait sepak terjang dan kinerja polres dalam menangani sejumlah kasus termasuk penangkapan para pelaku kejahatan narkotika.

 

Tobas begitu panggilan bekennya, mengatakan langkah yang paling tepat untuk menekan peredaran narkoba dengan cara memutus pasarnya. Pasar yang dimaksud Tobas adalah pembeli atau pengguna.

Menurutnya, pasar besar yang menggerakkan peredaran narkoba adalah pembelinya. Untuk itu, dia meminta aparat kepolisian mendekatkan diri kepada pemakai melalui cara yang humanis. Pemakai bisa didorong agar mau menyembuhkan diri dalam proses rehabilitasi.

“Percuma jika pidana tetap berjalan tetapi pengguna masih ada. Kalau pemakainya disetop, makin terbataslah peredaran narkoba ini,” katanya.

 

Di bagian lain, Johansyah (47) warga Desa Karang Anyar dan rekannya Rahmad Santoso (30) warga Way Kandis, Kecamatan Tanjung Senang, Bandar Lampung diamankan jajaran Polsek Jatiagung. Keaduanya diamankan di tempat terpisah dengan kasus yang sama yakni peredaran narkoba.

Kapolsek Jatiagung Iptu Anwar Mayer Siregar mengatakan, penangkapan kedua tersangka berawal dari laporan mesyarakat adanya salah satu rumah milik tersangka Johansyah diduga sering dijadikan tempat transaksi Narkotika.

Selanjutnya saya bersama anggota melakukan penggerebekan di rumah tersangka dan melakukan penggeledahan,

“Saat dilakukan penggeledahan dirumah tersangka kedapatan 3 bungkus plastik bening yang berisikan kristal putih yang di duga Narkotika jenis sabu seberat 1,06 gram dan satu unit timbangan digital.”kata dia kepada Radar Lamsel, Kamis (23/7).

Kedua tersangka penyalahgunaan Narkotika di amankan di tempat terpisah. Tersangka Rahmad diamankan di Jalan Durian 10 Blok 9 desa Jatimulyo Kecamatan Jatiagung sekitar pukul 16.30 wib. diduga sedang menunggu seseorang.

Dijelaskan Penangkapan berawal pada saat anggota melakukan patroli tepat di TKP anggota melihat gerak gerik tersangka yang mencurigakan. Setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap tersangka anggota menemukan 9 bungkus plastik bening berisikan kristal putih yang di duga barang Narkotika jenis sabu seberat 2,93 gram di dalam tas selempang warna hitam milik tersangka. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa kekantor polsek.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya saat ini kedua tersangka beserta barang bukti diantaranya 3 bungkus plastik bening berisikan kristal putih yang di duga Narkotika jenis Sabu seberat 1,06 gram dan satu unit timbangan digital milik JS dan 9 bungkus plastik bening berisikan kristal putih yang di duga Narkotika jenis sabu seberat 2,93 gram dan satu tas selempang warna hitam milik tersangka RS, diamankan di Mapolsek setempat.”pungkas Iptu Anwar Mayer Siregar. (rnd/kms)