Perekonomian Pasar Bumi Daya Merosot

101
Ist. Radarlamsel - Inilah suasana pasar Desa Bumi Daya, Kecamatan Palas, Selasa (28/4). Sejaka adanya wabah Covid-19 pengunjung pasar tradisional tersebut menurun.

PALAS – Dampak pandemi Covid-19 menyebabkan turunnya roda perekonomian di pasar tradisional. Hal ini dialami pasar Desa Bumi Daya, Kecamatan Palas yang mengalami penurunan pengunjung dengan drastis. Sejak dua pekan terakhir pengunjung pasar tradisional terbesar di Kecamatan Palas itu hanya dikisaran 80-100 pengunjung.

Jauh sebelum adanya pandemi dimana pengunjung bisa mencapai 300 orang tiap gelaran pasar. Kepala Pasar Desa Bumi Daya Abdullah mengatakan, selama dua pekan terakhir jumlah pengunjung pasar tradisional yang digelar setiap Selasa dan Sabtu itu terus mengalami penurunan, akibat adanya pandemi covid-19.

“Sudah dua pekan ini pengunjung pasar terus mengalami penurunan. Masyarakat sudah mulai jarang yang pergi kepasar atau tempat ramai karena Covid-19, kebanyakan masyarakat nyetok kebutuhan pokok jadi jarang pergi ke pasar,” kata Abdullah memberikan keterangan kepada Radar Lamsel, Selasa (28/4).

BACA :  UMKM di Palas Terima Bantuan Stimulus

Abdul menjelaskan, biasanya pada musim panen padi saat ini pengunjung pasar tradisional itu akan membeludak hingga 400 pengunjung. Namun akibat adanya wabah Covid-19 saat ini pengunjung pasar hanya dikisaran 80 – 100 orang.

“Biasanya musim panen pengunjung akan ramai, tapi sudah dua pekan pengunjung turun drastis. Bahkan hari ini ajan tak sampai 100 pengunjung yang datang,” ujarnya.

Abdullah juga mengaku, sejumlah kios yang masih beroprasi hanya menjual kebutuhan pokok saja. Sementara kios yang penjual pakaian tak banyak beroprasi.

BACA :  Pasal Sampah, Pengurus Pasar jadi Cibiran

“Yang masih buka setiap pasaran hanya kios yang menjual kebutuhan pokok saja, seperti kebutuhan pangan. Sementara toko pakaian sudah jarang yang buka,” paparnya.

Menurunnya pengunjung pasar tersebut juga diamini oleh Kepala Desa Bumi Daya Dudi Hermana. Ia mengaku meski  pengunjung pasar tengah sepi, namun pemerintah desa tetap melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan pasar.

“Yang paling merasakan dampaknya yakni pedagang, karena pengunjung sepi. Meski begitu kami pemerintah desa juga tetap melakukan penyemprotan desifektan dan menyediakan sarana cuci tangan di lingkungan pasar agar pengunjung aman dari  virus,”  pungkasnya. (vid)