Peringatan Isra Mi’raj Momentum Tingkatkan Disiplin dan Etos Kerja

217
Foto Idrus (HL) - Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona saat berdialog dengan masyarakat pada acara peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW tahun 2019 M/1440 H di Desa Cimanuk, Way Lima.

WAYLIMA – Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona berharap momentum peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW tahun 2019 M/1440 H dapat dijadikan oleh aparatur Pemerintah Kabupaten Pesawaran untuk menjadi salah satu wahana guna meningkatkan disiplin, etos kerja, semangat pengabdian dan profesionalisme. Sehingga pemerintah Kabupaten Pesawaran dapat lebih meningkatkan citra dan kinerja serta dapat mengemban amanah dengan sebaik-baiknya. 

Sedangkan bagi umat Islam pada umumnya, Dendi juga mengharapkan agar peringatan Isra’ Mi’raj dapat menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa Islam merupakan agama yang menjadi rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil’alamin), karena menjunjung tinggi persaudaraan (ukhuwah), baik sesama muslim (ukhuwah islamiyah), sesama bangsa (ukhuwah basariyah) dan sesama tanah air (ukhuwah wathoniah), maupun cinta kasih, perdamaian serta hak asasi manusia.

BACA :  Desa Padang Manis Bentuk Tim Cegah Virus Corona

“Menurut hemat saya, Islam tidak mentolelir adanya prilaku yang destruktif, anarkis, dan bentuk terorisme, apalagi sampai mengorbankan jiwa manusia yang tak ternilai harganya. Saya yakin, perilaku tidak terpuji tersebut bukan dilakukan oleh seorang muslim yang betul-betul menghayati dan mengamalkan ajaran Islam, sebagai agama pembawa rahmat bagi alam semesta, khususnya yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, yang memiliki kasih sayang yang sangat besar kepada umat manusia,” ujar Bupati saat menghadiri acara peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW tahun 2019 M/1440 H di Masjid Al-Ghufron Desa Cimanuk, Way Lima, Senin, (8/4).

BACA :  Baksos PDIP, M.Nasir Ajak Masyarakat Cegah Corona

Selain itu, Bupati juga berharap peringatan Isra’ Mi’raj dan peringatan hari besar Islam lainnya hendaknya dilaksanakan secara sungguh-sungguh sebagai wahana untuk introspeksi diri dan untuk pencerahan jiwa melalui internalisasi dan aktualisasi nilai-nilai keagamaan, guna meningkatkan kualitas iman dan taqwa.

“Terutama dengan meneladani Nabi Muhammad SAW, sebagai suri teladan utama (uswatun hasanah) umat manusia, sehingga kita dapat menata kehidupan yang lebih baik, secara duniawi (material) maupun ukhrowi (spiritual), khususnya dalam rangka mewujudkan keberhasilan pembangunan di Kabupaten Pesawaran, secara material maupun spiritual,” tandasnya. (Rus)