Perkantoran Pemkab Mulai Was-was

63
Gambar Ilustrasi

THLS Terpapar Covid-19 dari Luar

 

KALIANDA – Pernyebaran kasus covid-19 yang sudah menyasar lingkungan Pemkab Lampung Selatan, menimbulkan keresahan dikalangan pegawai. Namun, sejauh ini belum terlihat adanya aksi konkret selain sebatas imbauan yang disuarakan oleh jajaran pemerintah.

 

Keresahan dikalangan pegawai Pemkab Lamsel itu, bisa dilihat dari perbincangan mereka disejumlah OPD. Mereka, mengaku cukup khawatir dan was-was virus yang menyerang saluran pernafasan itu kian merebak dilingkup perkantoran.

 

Terlebih, suami pasien nomor 94 merupakan THLS yang kesehariannya bertugas di BPPRD Lamsel. “Ya memang betul bukan disini terpaparnya, tapi kan suaminya juga kerja disini. Bahkan, sehari sebelum ada pengumuman itu dia masih bekerja,” kata salah satu pegawai yang minta namanya dirahasiakan, Rabu (14/10) kemarin.

 

Menurutnya, virus corona bukan tergolong penyakit yang sangat menakutkan. Namun, jika melihat dari angka kematian yang selalu meningkat menyebabkan kekhawatiran mereka yang notabenenya sebagai masyarakat.

 

“Kami sadar dan tahu betul soal virus covid-19 ini. Tapi, banyak masyarakat yang seperti cuek dan enjoy aja diluar sana. Tidak pakai masker bahkan seperti biasa saja. Apa mereka tidak sadar kita sedang dilanda pandemi. Jadi was-was juga kami ini mau keluar-keluar kalau kondisinya terus begini,” imbuhnya.

BACA :  Pelanggar Prokes Langsung di-Sanksi

 

Dia berharap, aparat terkait dan masyarakat ikut bersama-sama berpartisipasi dalam urusan pencegahan covid-19. Jika perlu, lanjutnya, petugas memberikan tindakan tegas setiap warga yang melanggar ketentuan dalam era new normal.

 

“Kalau saya setuju nya ya disanksi para pelanggar itu. Jangan hanya sebatas himbauan dan teguran saja. Biar mereka kapok. Dan virus ini segera pergi dari daerah bahkan dunia ini,” tutupnya.

 

Terpisah, Sekkab Lamsel, Thamrin, S.Sos, MM memastikan, jajarannya telah melakukan tindakan dalam menyikapi keresahan pegawai pasca kasus yang menimpa jajarannya. Bahkan, setiap pegawai yang melakukan kontak tracing dengan suami pasien 94 telah dilakukan rapid tes.

 

“Banyak pegawai hingga Kepala BPPRD sudah di rapid oleh petugas. Dan Alhamdulillah hasilnya reaktif. Untuk hasil swab suami pasien kami belum dapat informasinya dari Dinas Kesehatan,” kata Thamrin.

BACA :  Defisit APBD Tertolong SILPA 

 

Peristiwa ini, imbuh Thamrin, menjadi peringatan keras semua pihak untuk terus menjaga kesehatan di masa pandemi covid-19 ini. Sebab, saat ini dia menegaskan jika belum terbebas dari kondisi wabah penyakit yang bisa menyerang semua kalangan masyarakat.

 

“Hal ini harus kita jadikan pelajaran berharga. Kita harus patuhi himbauan pemerintah untuk memakai masker dan semacamnya. Kita harus siap menghadapi era new normal dengan menyesuaikan pola kehidupan baru ditengah pandemi,” tambahnya.

 

Apakah pemkab Lamsel bakal memberikan sanksi bagi pelanggar yang tidak menaati aturan era new normal, Thamrin belum bisa menjawabnya. “Yang pasti imbauan dan teguran akan kita gencarkan hingga tingkat kecamatan dan desa,” pungkasnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinkes Lamsel, dr. Jimmy B. Hutapea, MARS belum bisa dimintai keterangan soal hasil swab suami pasien 94 yang merupakan THLS Disdik Lamsel. Dihubungi via telepon dan pesan WhatsApp dalam kondisi tidak aktif. (idh)