Persiapan Hadapi UNBK, SMKN 1 Kalianda Gelar Simulasi Ujian

357

KALIANDA – Sebanyak 16.000 siswa dari 54 sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri dan swasta di Kabupaten Lampung Selatan akan mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) pada Maret mendatang. Untuk menghadapi tes kelulusan tersebut, sejumlah SMK menggelar simulasi UNBK di sekolah masing-masing.

Seperti yang dilakukan SMKN 1 Kalianda, Rabu (12/12/2018), yang menggelar simulasi ujian di dua ruangan laboratorium yang diikuti sebanyak 551 siswa. Pada simulasi kali ini, pimpinan dan dewan guru SMKN 1 Kalianda menggelar tiga kali simulasi yang akan berakhir sampai Kamis (13/12/2018) hari ini.

Kepala SMKN 1 Kalianda, Drs. Harminto, M.Si menjelaskan, simulasi ujian ini dilaksanakan sesuai dengan kondisi UNBK yang sesungguhnya. Siswa yang mengikuti simulasi ini akan diberi tantangan menjawab puluhan soal dari mata pelajaran matematika, bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia.

BACA :  Tiga Orang Positif Covid-19 Berasal dari Kalianda dan Natar

“Ya, ini hanya simulasi. Tetapi kami melakukannya sesuai dengan keadaan yang akan dihadapi oleh siswa. Apalagi UNBK SMK akan berlangsung selama 4 hari, karena mapelnya ditambah kompetensi keahlian jurusan masing-masing,” kata Harminto kepada Radar Lamsel.

Harminto mengatakan, simulasi tersebut bertujuan untuk membekali kesiapan siswa untuk menghadapi UNBK, baik secara psikis dan mental. Menurutnya, ujian simulasi ini sangat penting bagi siswa karena bisa membantu mereka merasakan UNBK yang sesungguhnya.

“Selain membantu siswa, ada banyak hal lain dari simulasi tersebut. Salah satunya untuk melihat perangkat yang akan digunakan pada UNBK nanti,” katanya.

BACA :  Pemkab Lamsel Berdayakan UMKM Produksi 150 Ribu Masker Kain

Harminto mengatakan, untuk menghadapi UNBK yang akan datang dalam hitungan bulan, pihaknya harus mempersiapkan sarana dan prasarana seperti peralatan, ram, jaringan internet dan listrik. Ini dilakukan supaya pelaksanaan ujian berjalan lancar tanpa kendala apa pun.

“Kami harus prepair dari sekarang. Kami juga akan menambah 200 klien (komputer) dan 7 server. Penambahan ini diperlukan, karena SMKN 1 Kalianda akan ikut menampung siswa dari SMK lain yang ikut UNBK di sini,” katanya.

Harminto, yang juga Ketua MKKS SMK Lamsel menambahkan bahwa banyak SMK yang sudah mandiri. Saat ini, kata dia, sudah banyak sekolah yang memiliki sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk menghadapi UNBK. (rnd)