Pesantren ’Dipukul’ Pandemi

18
Gambar Ilustrasi

NATAR – Beberapa pondok pesantren di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan membutuhkan uluran tangan dari para dermawan. Pasalnya, sejumlah pesantren di masa covid-19 saat ini kesulitan membiayai hidup sehari-hari untuk para santri yang menuntut ilmu agama.

Camat Natar Eko Irawan mengatakan, beberapa pondok pesantren yang santrinya banyak di Kecamatan Natar sangat membutuhkan uluran tangan, baik dari pemerintah terkait atau pun dari dermawan yang berbaik hati.

“Mereka ini sering menyampaikan bahwasanya sangat membutuhkan uluran tangan untuk hidup sehari-hari, kalau-kalau ada dermawan baik hati ingin membantu atau pihak Kemenag Provinsi bisa membantu syukur Alhamdulillah, ” kata Eko.

BACA :  Temui Dinas PMD, Apdesi Sampaikan Program

Menurutnya, di masa pandemi seperti saat ini banyak pesantren yang mati suri, sementara mereka sangat giat menuntut ilmu agama. Atas hal itu, dalam reses anggota DPR Provinsi di Kantor Camat Natar beberapa hari yang lalu, dia mengusulkan supaya ada bantuan dari Kemenag Provinsi Lampung. Menurutnya, ada atau tidak bantuan itu yang terpenting ia sudah berusaha menyampaikan keadaan yang terjadi di pesantren saat ini.

BACA :  Kesuksesan Kebun Edukasi Menjalar ke Natar

“Pesantren di sini seperti mati suri, karena mereka membutuhkan biaya hidup untuk sehari-hari. Kami mendorong pemerintah untuk memberi perhatian lebih. Kalau-kalau ada bantuan untuk mereka yang terpenting kami sampaikan dulu,” ujar mantan Camat Sidomulyo ini.

Sementara Pimpinan Ponpes Alfatah, Dusun Muhajirun, Desa Negara Ratu Muflihudin mengatakan Ponpes sangatlah berbeda dengan sekolah pads umumnya, apalagi jika harus melaksanakan sekolah secara daring. (Kms)