Pesawaran Jadi Sentra Budidaya Ikan King Kobia

304
Foto Edy - Direktur Jenderal Perikanan Budi daya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Slamet Soebjakto didampingi Bupati Pesawaran menyerahkan bantuan benih dan pakan ikan kepada kelompok budidaya ikan di Desa Durian, Kecamatan Padangcermin, Kamis (20/2).
PADANGCERMIN – Direktur Jenderal Perikanan Budi daya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Slamet Soebjakto menegaskan Desa Durian, Kecamatan Padangcermin, Pesawaran akan menjadi sejarah sebagai pioner dan sentra (pusat,red) budidaya ikan King Kobia.
Hal ino ditegaskan Slamet Soebjakto dalam acara Temu Lapang dan Sosialisasi Kawasan King Kobia, serta panen perdana ikan king kobia di Desa Durian, Kecamatan Padang Cermin pada Kamis, (20/2) yang dihadiri Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung, Danbrigif Marinir 4/BS Kolonel (Mar) Nawawi, dan masyarakat setempat.
Direktur Jenderal Perikanan Budi daya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Slamet Soebjakto mengatakan, bahwa riset terhadap budidaya ikan king kobia telah dilakukan sejak 10 tahun lalu. Dimana, berkat konsistensi Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung dan pembudidaya ikan laut di wilayah Pesisir Pesawaran, Desa Durian, Kecamatan Padangcermin Kabupaten menjadi percontohan sebagai tempat budidaya ikan King Kobia di Indonesia
“Sebetulnya budidaya ikan King Kobia ini dari hasil rekayasa penelitian sudah 10 tahunan. Namun yang konsiten di BBBPL Lampung secara konsisten melakukan pengembanhan budidaya king kobia, karena secara moralitas mempunyai tugas untuk bisa menyebarluaskan ikan king kobia agar menjadi ikan andalan nasional,” ujar Slamet.
Dikatakan Slamet, pada oktober lalu Menteri Kelautan dan Perikanan sudah melakukan lounching ikan king kobia agar menjadi ikan budidaya nasional, dan untuk tempat pencontohan pertama di Indonesia berada di Desa Durian, Kecamatan Padangcermin, Pesawaran.
“Desa Durian ini akan menjadi sejarah awal tempat budidaya ikan king kobia,” tegasnya.
Slamet menambahkan, ikan king kobia sudah terkenal secara internasional, selain rasanya gurih, ikan king kobia juga dapat dimasak dengan berbagai olahan.
“Kami sangat berharap ada kerjasama dari semua pihak untuk turut memasarkan ikan king kobia ini. Dan untuk wilayah pesisir Kabupaten Pesawaran ini akan sangat bagus jika ada pusat kuliner. Saya akan minta Dirjen Daya Saing untuk pembangunan kuliner di wilayah pesisir. Saya juga sudah menugaskan Kepala BBPBL Lampung untuk mengembangkan beberapa jenis ikan laut kepada masyarakat,” tandasnya.
Sementara Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budi daya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI yang menunjuk Kabupaten Pesawaran sebagai sentra ikan king kobia di Indonesia.
“Untuk itu mari jangan kita sia-siakan, saya bersama jajaran akan berkomitmen agar ikan king kobia ini memiliki nilai tambah dan meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah pesisir Kabupaten Pesawaran. Saya juga minta kepada OPd terkait untuk mensosialisasikan ikan king kobia ini kepada masyarakat di pasaran lokal,” ujarnya
Dendi menambahkan, budidaya ikan king kobia jangan hanya jadi trend sesaat. Karena, dengan adanya budidaya ikan king kobia diwilayah Kabupaten Pesawaran dapat memiliki nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pesawaran.
“Jadikan budidaya ikan king kobia ini supaya bisa berkelanjutan, sehingga pesawaran menjadi komunitas budidaya ikan king kobia,” harapnya. (Esn)