Petani Basmi Tikus via Burung Hantu

49

PENENGAHAN – Minat dan kesadaran petani terhadap burung hantu di kecamatan Penengahan semakin tinggi. Buktinya, mereka semakin peduli terhadap kelestarian burung hantu jenis tyto alba. Petani menyadari manfaat burung hantu sebagai predator untuk hama tikus.

Saat ini populasi burung hantu di kecamatan Penengahan semakin berkembang. Baik dibudidayakan dengan sengaja atau memang perkembangan sendiri. Kondisi ini dibiarkan berjalan supaya menjaga kelestaria burung hantu di alam bebas.

Ketua kelompok tani Sakin Haga 2 desa Taman Baru, Libriadi, mengatakan ada beberapa kelompok tani dengan sengaja mencari keberadaan burung hantu yang ada di luar kecamatan Penengahan. Contohnya beberapa waktu yang lalu ada petani mendapatkan sepasang indukan burung hantu.

BACA :  Pemberdayaan dan Akses Jalan Jadi Prioritas di Tahun 2021

“Dan saat ini sudah mulai berkembang, anakan burung hantu setelah dewasa sengaja di lepas bebaskan,” katanya kepada Radar Lamsel, Kamis (16/7/2020).

Saat ini petani di kecamatan Penengahan memiliki  sekitar 23 rumah burung hantu yg dibuat secara swadaya oleh kelompok tani. Bahkan sebaguan sudah ada yang ditempati oleh burung hantu. Rumah burung hantu yang sengaja dibuat sebenarnya tidak harus ditempati oleh burung hantu.

BACA :  Semua Dusun Target Pembangunan Pemdes Banjarmasin

“Tapi setidaknya bisa menjadi tempat persinggahan burung hantu untuk mencari mangsa di malam hari,” katanya.

Pengendali Organisasi Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Penengahan, Syafruddin, mengatakan pihaknya selalu mensosialisasikan ke petani untuk selalu menjaga kelestarian burung hantu. Sehingga ke depannya pertanian akan lebih baik karena aman dari serangan hama, terutama hama jenis tikus.

“Sepasang burung hantu bisa menjelajah atau mangsa di luasan lahan 20 hektar. Petani di desa Ruang Tengah, Kuripan, Taman baru, Sukabaru, dan Tanjung Heran, sudah menerapkan,” katanya. (rnd)