Petani Desa Kuripan “Demo” Hama Wereng Pakai Agenhayati

78

PENENGAHAN – Kecamatan Penengahan merupakan salah satu sentra pertanian padi di Kabupaten Lampung Selatan. Berdasarkan data, potensi lahan pertanian padi di kecamatan ini seluas 1.430 hektar.

Pada musim gadu saat ini, petani setempat sudah menanam padi seluas 400 hektar. Umur tanaman sudah berkisar antara 5-15 hari. Umur tanaman sekitar dua minggu itu sangat rentan dengan serangan hama. Salah satunya hama penggerek tanaman dan wereng.

Salah satu upaya dilakukan agar tanaman tetap bagus adalah melakukan pencegahan. Seperti yang dilakukan kelompok tani Desa Kuripan, Kecamatan Penengahan, Kamis (9/7/2020).

BACA :  Semua Dusun Target Pembangunan Pemdes Banjarmasin

Didampingi petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT) Kecamatan Penengahan Syafruddin, puluhan pertani di desa itu melakukan “demo” pencegahan hama wereng. Sekitar 20 orang pertani melakukan penyemprotan massal dilahan seluas 25 hektar.

Menurut Syafruddin, sebelum hama menyerang lebih parah pihaknya bersama petani melakukan pengendalian dengan cepat. Dia mengatakan, serangan hama wereng belum begitu banyak atau masih dibawah ambang pengendalian.

“Jenis obat yang dipakai untuk penyemprotan pengendalian hama wereng saat ini menggunakan obat alami atau non kimia. Karena hama wereng masih dibawah ambang pengendalian. Jenis obatnya agenshayati dengan merek obatnya Metarizum. Obat ini sifatnya pengendalian dengan sistem kerja seperti parasit bagi hama itu sendri,”tutur Syafruddin kepada radarlamsel.com.

BACA :  Pemberdayaan dan Akses Jalan Jadi Prioritas di Tahun 2021

“Untuk hari pertama ini target yang di semprot pengendalian hama sekitar 5 hektar. Kami berharap pengendalian hama ini dapat menekan serangan hama khususnya hama wereng. Kami juga meminta kepada petani untuk selalu mengecek tanamannya secara rutin agar serangan hama dapat segera diketahui dan di atas dengan dini,” pungkasnya.(man)