Petani Diimbau Semai Benih Padi di Darat

282
ILUSTRASI

PALAS – Unit Pelaksana Teknsi (UPT) Penyuluh Pertanian Kecamatan Palas mengimbau petani melakukan persemaiaan benihpadi bisa dilakukan di lahan kering, atau daratan.

Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi rusaknya persemaian padi ditengah tingginya curah hujan yang terus mengancam lahan persawahan di wilayah Palas.

Kepala UPT Penyuluh Pertanian Kecamatan Palas, Agus Santosa mengatakan, saat ini terdapat lahan persemaian untuk 260 hektar lahan yang masih terendam banjir dan terancam mengalami kerusakan.

“Hingga saat ini, lahan seluas 1.625 hektar masih terendam banjir. Diantaranya persemaian padi untuk lahan seluas 260 hektar yang terancam mengalami kerusakan,” ujar Agus Santosa memberikan keterangan kepada Radar Lamsel, Selasa (21/1).

BACA :  Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan Rumah

Agus menjelaskan, banjir yang sudah hampir satu pekan melanda lahan persawahan di wilayah Palas juga akan berdampak mundurnya masa.

Tidak hanya itu saja, lanjut Agus, dampak banjir ini juga menyebabkan usia bibit padi yang sudah disiapkan petani akan semakin tua karena belum bisa ditaman. Akibatnya petani juga terpaksa melakukan persemaian ulang.

“Lahan yang masih terendam masa tanamnya pasti mundur kerena belum bisa melakukan penggarapan lahan. Sedangkan benih yang sudah disiapkan belum bisa ditanam, sementara usianya semakin tua. Jika sudah berumur lebih 30 hari akan mengurangi kualitas benih,” ucapnya.

BACA :  Kerap Mengamuk, ODGJ Diamankan

Agus menerangkan, saat ini pihanya telah mengimbau petani untuk menyemai benih padi di lahan kering atau darat. Upaya ini dilakukan untuk meminimalisir rusaknya benih padi dari ancaman banjir.

“Untuk lahan yang belum menyemai benih. Sudah kami sosialisasikan agar dilakukan di lahan kering darat, dengan harapan persemaian jauh dari ancaman banjir,” jelasnya. (vid)