Petani Diingatkan Jangan Bakar Jerami

1298

SIDOMULYO – Petani di Kecamatan Sidomulyo dan Waypanji diingatkan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kecamatan Sidomulyo agar tidak membakar jerami padi usai panen. Sebab, pembakaran jerami dapat menghilangkan unsur hara yang terkandung didalam jerami tersebut.
Imbauan itu disampaikan Kepala UPT DPTPH Sidomulyo H. Suprayitno menghimbau agar para petani tidak membakar sisa jerami mereka. “ Dengan tidak membakar jerami, itu merupakan terobosan cerdas,” kata dia kepada Radar Lamsel, Rabu (20/4) kemarin.
Menurut dia, jerami dinilai memiliki unsur hara yang baik untuk tanah. Seperti nitrogen dan kalium yang berfungsi sebagai nutrisi untuk tanah. “Jadi jangan dibakar. Jerami justru dapat menjadi pupuk organik,” ungkapnya.
Dengan tidak membakar jerami, kata dia, petani dapat menghemat biaya pupuk. Lebih lanjut Suprayitno mengatakan manfaat jerami sebetulnya sangat banyak. Selain bisa dijadikan sebagai pupuk kompos jerami juga berguna sebagai penyuplai nutrisi bagi lahan persawahan.
“Disinilah peran kami untuk mensosialisasikan kepada para petani agar tidak membakar jerami. Karena jerami mempunyai banyak manfaat,” imbuhnya.
Pembakaran jerami kata dia, lebih banyak membahayakan. Karena membakar jerami dapat menimbulkan kabut asap yang tentunya mengganggu pernafasan. “Selain mengancam kesehatan, juga bisa menyebabkan kebakaran. Apalagi jika tertiup angin,” katanya.
Untuk itu lanjutnya, pihaknya mengharapkan kepada para petani khususnya di Kecamatan Sidomulyo dan Kecamatan Waypanji agar tidak membakar jerami sisa panen. “ Akan lebih baik jika jerami dimanfaatkan sebagai pupuk, daripada dibakar. Karena pembakaran itu justru membahayakan,” pungkasnya. (Cw3)

BACA :  Pemprov-Pemkab Bahas Covid via Video Conference