Petani Keluhkan Klaim AUTP

469

PALAS – Lambannya pencairan dana klaim Asuransi Usaha Tanam Padi (AUTP) dikeluhkan petani Kecamatan Palas. Pasalnya, justifikasi yang dilakukan oleh pihak  PT. Jasindo April lalu sampai saat ini belum membuahkan hasil bagi petani yang mengalami puso.

Ketua Gapoktan Mekar Mukti Desa Mekar Mulya, Kecamatan Palas mengaku, terlambatnya pencairan dana klaim yang dikeluarkan oleh PT. Jasindo mulai dikeluhkan petani.

“Panen sudah hampir selesai tapi dana klaim belum juga cair. Sedangkan petani saat ini membutuhkan modal untuk musim tanam gadu,” kata dia kepada Radar Lamsel, Rabu (11/7) kemarin.

BACA :  Cadangan Air Cukup Hingga Satu Bulan Kedepan

Untuk di Desa Mekar Mulya, Darto menerangkan, luas lahan yang terdaftar AUTP sekitar 200 hektar. “Dampak banjir hasil panen jadi menurun. Biasanya satu hektar 7 ton turun jadi 3 ton. Harapan saya dana klaimnya bisa segera dicairkan karena petani membutuhkan modal,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksan Teknis (UPT) Pertanian Kecamatan Palas Agus Santosa membenarkan sampai saat ini belum ada pencairan dana klaim AUTP dari PT. Jasindo. Untuk di Kecamatan Palas, luas lahan puso yang terdaftar AUTP seluas 639,45 hektar. Diketahui, besaran dana klaim yang harus diterima petani sebesar Rp6 juta per hektar.

BACA :  BPN Dinilai Lambat Tangani Sengketa

“Pihak kami juga belum menerima laporan kapan dana klaim akan dicairkan padahal semua persyaratannya sudah lengkap. Sedangkan banyak petani yang mengeluh membutuhkan modal untuk tanam gadu,” terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Aji, salah satu petugas PT. Jasindo bagian klaim menerangkan, lambannya pencairan dana klaim AUTP ini dikarenakan terbentur proses permintaan dana yang terhambat.

“Proses permintaan dana ke pusat membutuhkan jenjang waktu, jadi proses prosesnya agak terhambat. Tapi mudah-mudahan minggu depan dapat dicairkan ke kelompok tani masing-masing,” pungkasnya. (Cw1)