Petani Keluhkan Perbaikan Pintu Air Tak Maksimal

153
David Zulkarnain – Inilah kondis pintu air pengairan tambak di Dusun Bunut Selatan, Desa Badaragung, Kecamatan Sragi yang dikeluhkan oleh petani setempat, Sabtu (15/6).

SRAGI – Sejumlah petani tambak di Dusun Bunut Selatan, Desa Bandaragung, Kecamatan Sragi masih merasa kecewa dengan hasil perbaikan pintu air yang dilakukan oleh pihak rekanan.

Berdasarkan informasi, pintu air yang sempat menjadi keluhan petani sejak awal tahun 2019 itu, diperbaiki oleh pihak rekanan pada Kamis (14/6) pekan kemarin. Namun hasil perbaikan tersebut masih menuai protes dari sejumlah petani kerena perbaikan dinilai hanya alakadarnya dan tidak maksimal.

Altasman (52), salah satu petani setempat mengatakan, pintu air yang dibagun sebagai sarana pengairan tambak dan persawahan  pada akhir 2018 itu telah mendapat perbaikan dari pihak rekanan.

BACA :  Sudah 6 Bulan, PKH Petani Ini Macet

“Iya Kamis pekan kemarin sudah diperbaiki oleh pihak rekanan. Namun petani belum merasa puas, karena perbaikan hanya alakadarnya saja dan tidak maskimal,” kata Altasman kepada Radar Lamsel, Sabtu (15/6).

Altasman menerangkan, perbaikan pada pintu air tersebut yang dilakukan oleh pihak rekanan tidak secara menyeluruh. Padahal, lanjutnya, hasil pembangunan pintu air tersebut hampir tidak bisa difungsikan.

“Padahal yang menjadi keluhan petani selama ini pintu air tidak berfungsi. Namun perbaikan hannya dilakukan penambahan besi penahan gir saja dan ditambah pelumas. Sedangkan plat pintu tidak diperbaiki sehingga pintu belum bisa tertutup rapat,” terangnya.

BACA :  Corona oh Corona! Harga Udang Pun Merosot

Hal senada juga diungkapkan oleh Arjun (20), menurutnya perbaikan yang dilakukan tersebut belum menutupi rasa was-was petani dari ancaman banjir disaat musim hujan.

Selain itu, Arjun menjelaskan, pihak rekanan juga tidak melakukan penimbunan jalan yang berlubang akibat pembangunan pintu air tesebut.

“Sayang kalau perbaikan hanya dilakukan sekedarnya saja, air masih bisa masuk tambak saat Kali Sekampung meluap. Belum lagi jalan yang berlubang akibat penggalian gorong-gorong juga tidak ditimbun lagi,” paparnya.

Sementara Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penguji Konstruksi dan Bangunan Kecamatan Setempat, Sukatmanto selaku pengawas pembangunan belum bisa dihubungi oleh Radar Lamsel. (vid)

BAGIKAN