Petani Keluhkan Pintu Air Tidak Berfungsi

174
David Zulkarnain – Inilah kondisi pintu pengairan tambak di Dusun Bunut Selatan, Desa Badaragung, Kecamatan Sragi yang menjadi keluhan petani karena tidak berfungsi, Senin (18/3).

SRAGI – Pembangunan pintu air di Dusun Bunut Selatan, Desa Bandaragung, Kecamatan Sragi menjadi sorotan petani tambak di wilayah setempat.

          Pasalnya, pintu air yang dibangun pada akhir 2018 lalu, selain pengerjaan pembangunan yang dinilai tidak maksimal, hingga saat ini pintu air tersebut juga tidak bisa digunakan mengairi tambak.

          Altasman (52), salah satu petani setempat mengakui, rekanan yang mengerjakan pembangunan pintu air tersebut dinilai asal-asalan. Akibatnya, setelah rampung dibangun pada Desember lalu pintu air tersebut tidak bisa digunakan.

          “Kami ingin pintu air bisa dipakai supaya lebih mudah mengairi tambak. Tapi selesai dibangun pintu air justru tidak berfungsi,” kata Altasman kepada Radar Lamsel, Senin (18/3).

BACA :  Sempat Diobservasi, ODP Asal Sragi Negatif Covid-19

          Altasman juga sangat menyayangkan, bahwa material yang digunakan rekanan untuk membuat pintu air tersebut terbuat dari barang bekas. Padahal, kata dia, anggaran pembangunan pintu air tersebut mencapai Rp 700 juta dari APBD Lampung Selatan 2018 lalu.

          “Pintu air dibuat asal jadi. Material pintu air dibuat rongsokan. Seperti gir pintu air dibuat dari gardan mobil bekas, pengerjaannya pun dilakukan malam hari oleh rekanan. Bekas galian gorong-gorong juga tidak ditimbun lagi, akibatnya banyak mobil yang terperosok,” terangnya.

          Hal tersebut juga dikeluhkan oleh Wawan (47), warga lainnya. Menurutnya, tiga pintu air yang dibangun untuk mengairi 20 hektar tambak itu justru mempersulit petani dikala Kali Way Pisang Meluap.

BACA :  Harapkan Ada Satgas tiap Desa

          “Ada tiga pintu air yang baru dibangun, semuanya tidak berfungsi. Tidak bisa tutup rapat. Bukan membuat petani lebih mudah memasok air, tapi justru tambah repot karena harus nimbun pakai karung agar air tidak masuk saat Kali Way Sekampung meluap,” paparnya.

Kepada instansi terkait Wawan mengharapkan pembangunan pintu air tersebut dapat ditinjau kembali. “Kami sebagai petani mengharapkan pintu air tersebut ditinjau lagi. Karena selain untuk mengairi tambak, pintu air tersebut juga digunakan untuk mengairi sawah,” harapnya. (vid)