Petani Nyambi Upahan saat Pandemi

24
Shofyan – Nur Hadi (50) petani penggarap lahan, warga Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, memanfaatkan waktu luang, bekerja di salah satu tempat usaha pembakaran arang batok kelapa, milik warga sekitar, Kamis (15/10).

SIDOMULYO – Ditengah pandemi, para petani di Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo masih produktif dengan melakoni kerja atau usaha sampingan demi menamabah pundi-pundi pendapatan guna memenuhi kebutuhan keluarga.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Nur Hadi (50) salah seorang petani di Desa Sidowaluyo ini. Ditengah rutinitasnya sebagai seorang petani, dirinya melakoni bekeja sampingan sebagai buruh di salah satu tempat usaha pembakaran arang di desanya.

Tak ayal, atas pekerjaan sampingan yang dijalaninya itu, ia mampu menambah pundi pendapatan guna memenuhi kebutuhan keluarga.

“  Ya, mas panen padi sudah selesai. Sebelum memulai olah lahan  di sawah, ketika waktu luang saya bekerja sampingan di tempat pembakaran arang batok kelapa milik warga sekitar,” ujarnya kepada Radar Lasmel, Kamis (15/10).

Nur Hadi mengatakan, dalam proses pembakaran selama dua hari, dirinya mampu memproduksi 300 kilogram batok arang siap kemas, dari 100 karung berukuran 100 kilogram batok kelapa.

Dimana ia mengaku, persatu kilogram arang batok kelapa yang dihasilkannya, dirinya mendapat upah sebesar 1000 rupiah.

“ Alhamdulilah, kalo lagi banyak kerjaan sperti saat ini. Dalam  dua hari saya bekerja, saya mendapat upah 300 ribu rupiah. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga di rumah,” pungkansya.(CW2)