PGRI Lamsel Gelar Seminar Profesionalisme Guru

673
Iwan J Sastra – Plt. Kepala Dinas Pendidikan Lamsel Drs. Anas Anshori tampak bersemangat, saat menyampaikan materi tentang tugas dan tanggung jawab seorang guru, pada acara seminar Pengembangan Profesionalisme Guru, di Aula SMAN 2 Kalianda, Kamis (17/11), kemarin.

Anas: Guru Harus Mampu Menjadi Penerang Generasi Bangsa

KALIANDA – Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Lampung Selatan Drs. Anas Anshori meminta kepada seluruh Guru di Lampung Selatan agar dapat menjadi penerang bagi para peserta didik yang merupakan generasi penerus bangsa.

Menurut Anas, guru merupakan ujung tombak pendidikan yang memegang peran besar dalam proses pembelajaran di kelas. Karena tugas seorang guru tidak hanya berkewajiban mentransfer ilmu pengetahuan saja, tetapi guru juga memiliki peran dalam pembentukan karakter anak didiknya di sekolah.

Itu disampaikan Anas Anshori dalam acara seminar sehari bertajuk “Pengembangan Profesionalisme Guru” yang digelar pengurus PGRI Lamsel, di Aula SMAN 2 Kalianda, Kamis (17/11), kemarin.

Dikatakan Anas, pendidikan karakter tidak hanya merupakan investasi, tetapi juga kunci orang sukses. “Orang akan lebih mudah meraih kesuksesan jika memiliki karakter yang baik dan kuat, oleh karena itu pendidikan karakter perlu diberikan sebagai bekal masa depan seorang anak,” katanya.

Dijelaskannya, komunikasi antara pihak keluarga dan sekolah juga itu sangat penting dan dibutuhkan dalam proses pembentukan karakter anak. “Komunikasi itu dibutuhkan agar terbentuknya kesamaan persepsi perihal cara mendidik anak,” jelasnya.

BACA :  Kasatpol-PP Didefinitifkan

Ditambahkannya, anak-anak dengan memiliki karakter yang baik merupakan keinginan pemerintah dan masyarakat. “Itu sebabnya pendidikan anak-anak bukan saja menjadi tanggung jawab para guru, tetapi juga semua pihak, termasuk masyarakat,”ucapnya.

Dunia pendidikan di suatu daerah, lanjut Anas, itu akan maju dan berkembang jika para tenaga pendidik memiliki kemauan keras dalam memberikan ilmu pengetahuan kepada para peserta didik di sekolahnya masing-masing.

“Guru itu memiliki hak dan kewajiban. Haknya adalah mendapatakan gaji, sedangkan kewajibannya adalah mengajar. Hak yang diterima para guru semestinya juga harus diimbangi dengan kewajibannya. Jangan sampai hak diterima penuh sementara kewajiwab dijalankan setengah-setengah,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Lamsel Muhammad Yamin Daud menjelaskan, kegiatan seminar pengembangan profesi guru ini dilaksanakan PGRI Lamsel dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI ke-71 dan Hari Guru Nasional tahun 2016.

BACA :  Dinsos: Intervensi E-Warung Bisa Dipidanakan!

“Diharapkan kepada seluruh peserta seminar dapat menyerap ilmu dan pengetahuan yang disampaikan para narasumber. Sehingga apa yang diperoleh dalam kegiatan seminar ini dapat diterapkan dalam aktifitas keseharian para guru yang merupakan tenaga pendidik bagi siswa di masing-masing sekolah,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Muhammad Yamin menyampikan ucapan terima kasih kepada Plt. Kepala Disdik Lamsel yang telah menyempatkan waktunya untuk membuka kegiatan seminar guru sekaligus menyampaikan arahan dan masukan kepada para peserta seminar.

Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan seminar ini, lanjutnya, berjumlah kurang lebih 200 orang yang terdiri dari guru, guru mata pelajaran, kepala sekolah mulai dari tingkat TK, SD, SMP dan SMA.

“Acara seminar bagi para guru PGRI ini marupakan kali pertama digelar oleh pengurus PGRI Lamsel. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan seminar ini para guru di Kabupaten Lamsel dapat menunjukan profesionalisme nya dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai tenaga pendidik,” harapnya. (iwn)