PGRI Lamsel Solid di Konkernas PB PGRI

66
Ist. Radar Lamsel – Ketua PGRI Lampung Selatan, Drs. A. Wardani, HS. M.M menerima cindera mata dari Ketua PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M. Pd saat menghadiri acara Konkrnas PGRI di Jakarta, Jumat (23/2/2020) lalu.

KALIANDA – PGRI Kabupaten Lampung Selatan akan memperkuat organisasi menjadi lebih berkembang. Berbagai langkah pun telah dilakukan. Salah satunya membenahi kepengurusan organisasi hingga ke tingkat PC (pimpinan cabang). Hal ini disampaikan Ketua PGRI kabupaten Lampung Selatan, Drs. A. Wardani HS. M.M saat menghadiri konferensi kerja nasional (Konkernas) PGRI di Jakarta, Jumat (21/2/2020) lalu.

Keinginan Wardani membenahi pengurus tingkat pimpinan cabang (PC) PGRI karena satu hal. Dia ingin membuktikan jika PGRI benar-benar bekerja. Serta memiliki semangat kerja dan kebersamaan. Menurutnya, organisasi akan besar jika berdampingan dengan pemerintah daerah, dan pemerintah pusat.

BACA :  PPK-PPS Nonaktif, Nasib Pilkada Tunggu Arahan!

Kemudian, lanjut Wardani, tujuan utama organisasi guru ini adalah melindungi guru. Kemudian mewujudkan pendidikan yang bermutu di Indonesia karena PGRI menjunjung sikap profesional sebagai guru.

“Tidak banyak, kami hanya menyampaikan kalau (PGRI) Lampung Selatan akan mengakomodir semua profesi guru. Itulah tugas kita sebagai organisasi, kita ingin semua guru itu sejahtera,” katanya kepada Radar Lamsel, Minggu (23/2/2020).

Dalam keterangannya, Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M. Pd mengatakan secara internal PGRI terus memperkuat jati diri sebagai organisasi profesi yang bersifat unitaristik, independen, dan nonpartisan. Kemudian secara eksternal akan menyokong pemerintah pusat, dan pemerintah daerah untuk mewujudkan pendidikan nasional yang berkualitas.

BACA :  7.140 Orang Kuota Haji Lampung

“Sebab, profesi guru yang bergerak dalam bidang pendidikan adalah profesi paling strategis dalam pembangunan SDM unggul,” katanya.

Unifah menjelaskan tujuan Konkernas guna membahas dan menilai pelaksanaan keputusan Kongres oleh Pengurus Besar PGRI.  Selain itu juga menetapkan kebijakan umum yang bersifat nasional dan rencana kerja tahunan yang belum ditetapkan dalam kongres. Baik ke dalam maupun keluar yang tidak bertentangan dengan Keputusan Kongres.

“Konkernas pertama masa bakti kepengurusan ini wajib menetapkan program kerja Pengurus Besar untuk tahun berikutnya,” ucapnya. (rnd)