PHBS dan CTPSjadi Fokus Pencapaian

19
Ist. Radarlamsel – Promkes PRI Sidomulyo Rusna, membahas pencapaian lima pilar STBM, di balai Desa Budidaya, kecamatan setempat, bersama apartur desa dan kader Posyandu, Rabu (13/1).

SIDOMULYO – Pilar pertama Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) telah direngkuh. Raih pilar STBM berikutnya yakni, Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Puskesmas Rawat Inap (PRI) Sidomulyo, membentuk komitmen bersama Pemerintah Desa (Pemdes) dan para kader Posyandu.

Hal tersebut diungkapkan oleh petugas Promosi Kesehatan (Promkes) PRI Sidomulyo Rusna kepada Radar Lamsel, Rabu (13/1), usai kegiatan loka karya lima pilar STBM di Desa Budidaya, kecamatan setempat, Rabu (13/1).

Rusna menuturkan, loka karya lima pilar STBM di Desa Budidaya tersebut, bertujuan untuk menggali potensi permasalahan kesehatan di desa, sekaligus memberikan informasi atau panduan yang  berfokus pada pembahasan lima pilar STBM.

“ Loka karya di Desa Budidaya intinya menggali permasalahan kesehatan masyarakat. Serta, membahas langkah-langkah terukur terkait bagaiman mencapai lima pilar STBM di lingkungan desa,” tuturnya.

BACA :  Nakes Berbagi Pengalaman Setelah Divaksin

Ia membeberkan, Kecamatan Sidomulyo yang meliputi 16 desa, sudah menyandang predikat Open Defecation Free (ODF) dari pemerintah. Dimana lanjutnya, gambaran umum kesehatan masyarakatnya sudah memiliki jamban sehat.

“ Dari lima pilar STBM rumah-rumah warga di  Sidomulyo secara umum sudah memiliki jamban sehat dan telah terverifikasi ODF oleh pemerintah,” beber Rusna.

Loka karya yang digelar di balai desa Budidaya yang dihadiri oleh aparatur desa dan para kader posyandu tersebut, berfokus bagaimana mencapai pilar kedua STBM yakni CTPS dan PHBS.

“ Mengapa pencapaian pengadaan Sarpras CTPS ini terus kita kebut, mengingat keberadaannya erat kaitanya dengan prilaku masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Terlebih saat ini masa pandemi belum berakhir,” katanya.

BACA :  Vaksinasi Nakes Bertahap

Selain itu ujarnya, pihaknya pun telah membuat kesepakatan bersama antar pihak desa.

Dalam komitmen bersama itu sambungnya, ada beberapa poin tercetus diantaranya, pihak desa bersedia dalam pengadaan Sarpras CTPS dirumah-rumah warga.

Kemudian, baik pihak desa dan para kader posyandu bersedia melakukan monitoring dan mengedukasi masyarakat tentang PHBS.

“ Dalam komitmen bersama yang terbentuk, pihak desa bersedia menyediakan Sarpras CTPS bagi warga yang dirumahnya belum ada,” ujarnya.

Pemdes dan kader Posyandu juga bersedia melakukan monitoring sarpras dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menerapakan PHBS dilingkungan keluarga.

“ Salah satunya, mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan PHBS serta mencuci tangan pakai sabun menggunaka air mengalir. Upaya ini sangat penting terlabih saat ini pandemi belum berakhir,” pungkasnya.(sho)