Picu Kemacetan, Warga Minta Galian Dikerjakan Malam

276
Kemas Yogi - Kondisi kemacetan di jalan lintas sumatera tepatnya di perbatasan Desa Natar dengan Pemanggilan dikeluhkan oleh warga, aktifitas galian diminta dilakukan malam hari apalagi galian itu tidak memberu manfaat bagi warga, Senin (24/6).

NATAR – Galian pipa milik PDAM Way Relok Bandar Lampung kembali menjadi penyebab kemacetan di sepanjang jalan lintas sumatera tepatnya di perbatasan Desa Pemanggilan dengan Desa Natar. 

Kemacetan panjang yang disebabkan oleh aktifitas galian dikeluhkan pengendara. “Macet terus pak lewat sini, harusnya kan aktifitasnya malam hari aja,” sebut Iqbal Bakti (32) salah seorang pengendara. 

Sementara salah seorang warga Desa Natar Faqih (39) berharap pekerjaan galian untuk pipa tersebut dilakukan ditengah malam apalagi saat mengerjakan sekitar pasar natar. “Kalau disekitar pasar nanti harus malam,” pinta dia. 

BACA :  Jakarta PSBB Ponspes Alfatah 'Lockdown'

Ia menambahkan, apalagi investasi itu sama sekali tidak memberi manfaat apapun bagi masyarakat karena air hanya akan mengaliri warga bandar lampung. “Kami warga natar ini cuma dapet getahnya aja, yang nikmatin galian ini nanti kan orang bandar lampung,” keluhnya.

Kondisi seperti itu kemungkinan akan dirasakan pengendara hingga Desember mendatang bahkan bisa mencapai 2020 jika belum rampung pengerjaannya. “Mohon maaf para pengendara yang melintas di Kecamatan Natar, hingga Desember 2019 perjalanannya akan terganggu,” ungkap Site Manager PT ATL Fredi kepada Radar Lamsel, Senin (24/6).

BACA :  PT.MJM Distribusikan Belasan Ribu Paket BPNT

Menurutnya, PT ATL merupakan perusahaan yang berinvestasi di Pemerintah Kota Bandar Lampung khususnya PDAM. “Seluruh desa yang wilayahnya dilalui oleh aktifitas penggalian sudah kami berikan sosialisasi, semua kondisi sebelum digali akan dikembalikan seperti semula,” tuturnya. (kms)