Pintu Air Malfungsi Picu Tanggul Jebol

98
Shofyan Apriyansyah – Diameter pintu air Way Katibung di Desa Purwodadi, Kecamatan Waysulan dinilai kecil, menyebabkan fungsi pintu air tidak maksimal, Minggu (12/1).

WAYSULAN – Pintu air yang berada di tanggul Way Katibung tidak berfungsi maksimal, disinyalir menjadi pemicu jebolnya tanggul Waykupang Hilir yang berada di Desa Purwodadi, Kecamatan Waysulan.

Menurut salah seorang petani Desa Purwodadi Suhanta (50) mengatakan, penyebab jebolnya tanggul penangkis banjir di desanya ialah, diameter pintu air di Waykatibung yang dinilai kecil menjadi salah satu penyebabnya.

“ Ukuran pintu air yang kecil diperkirakan hanya 1×1,5 meter menyebabkan, air yang berasal dari Way Kupang Hilir menuju pintu pembuangan air yang ada di tanggul Way Katibung tidak berfunsi maksimal,” ungkapnya kepada Radar Lamsel, Minggu (12/1).

Selain itu, kondisi diperparah dengan sampah yang terbawa air dari sungai Waykupang hilir menuju pintu air Waykatibung, menyumbat pintu air. Sehingga, air meluap dan mengikis badan tanggul yang mengakibatkan jebolnya tanggul Way Kupang Hilir.

“ Karena, air yang berasal dari sungai Waykupang Hilir tidak tersalurkan secara maksimal, akibat pintu air tersumbat material sampah. Alhasil, air sungai meluap kepersawahan dan mengikis bandan tanggul dan akhirnya tanggul jebol,” terangnya.

Saat ini, kata dia, sumbatan material sampah di pintu air Waykatibung di desanya sudah dilakukan pembersihan oleh petani sekitar dan berangsur air pun surut.

“ Melihat kondisi itu, para petani sekitar bergotong-royong membersihkan material sampah kayu dan batang pohon pisang yang menyumbat di pintu air Way Katibung. Bersukur, air berangsur sudah  surut dan petani dapat memulai aktifitas lagi,” kata Suhanta.

Ia berharap, kepada pemerintah, kondisi jebolnya tanggul Way Kupang Hilir di Desa Purwodadi, Kecamatan waysulan itu bisa segera ditanggulangi.

“ kami berharap, Pemkab Lamsel dapat segera melakukan perbaikan tanggul Waykupang Hilir di Desa Purwodadi, Kecamatan Waysulan yang jebol di terjang banjir ini. Agar, aktifitas tani diwilayah ini kembali normal,” kata dia.

Di sisi lain, salah seorang petani setempat Warno (47) mengatakan, selain perbaikan tanggul Way Kupang Hilir yang jebol diterjang banjir. Pihaknya pun berharap kepada petugas BBWS Way Mesuji-Sekampung untuk membenahi pintu air Waykatibung menjadi gorong-gorong saluran pembuangan air, agar fungsi pintu air di Waykatibung menjadi maksimal.

“ Kami pun berharap, kepada  pihak BBWS,  selaku petugas perawatan tanggul Way Katibung, dapat segera membenahi kapasitas pintu air yang dinilai kecil, menjadi sebuah gorong-gorong saluran air. Sehingga keberadaan pintu air Way katibung dapat maksimal tidak tersumbat lagi dengan sampah,” harap Warno.

Sementara, Kepala UPT penguji Konstruksi dan Pembangunan Kecamatan Waysulan Gembong mengatakan, terkait perbaikan tanggul Waykupang Hilir yang jebol, pihaknya akan meyampaikan hal tersebut kepada Pemkab Lamsel.

“ Ya, besok (hari ini,red) kami akan sampaikan perbaikan tanggul Waykupang Hilir yang jebol kepada pemkab Lamsel,” kata Gembong saat dikonfirmasi melalui via ponselnya, kemarin.

Namun kata dia, terkait pembenahan pintu air Way Katibung yang dinilai para petani tidak berfungi maksimal. Hal itu bukan kewenangannya, melainkan kewenagan pihak pemerintah Provinsi Lampung.

“ Terkait pembenahan pintu air di Tanggul Waykatibung yang dinilai tidak berfungsi maksimal di musim penghujan, akibat diameter pintu air dinilai kecil, itu bukan kewenagan kami. Meski demikian, kami tetap menginventarisirnya dan berupaya menyampaikan hal itu kepada Pemkab Lamsel, agar dicarikan solusinya,” pungkasnya.(CW2)