Pintu Air Rusak Ancam Puluhan Hektar Tambak

386

SRAGI – Kerusakan pintu air tambak yang berada di Dusun Bunut Selatan, Desa Bandaragung, Kecamatan Sragi dikeluhkan sejumlah petani tambak setempat. Pasalnya, pintu air yang tidak berfungsi mengancam puluhan hektar tambak terkena banjir.

Informasi yang dihimpun, pintu air yang menjadi andalan petani setempat untuk memasok air tambak mengalami kerukan sejak satu tuhun yang lalu. Itu disebabkan palang besi penahan sudah mengalami keropos.

Maksus (46), salah satu petani udang setempat mengatakan, pintu air tersebut merupakan pintu utama untuk mamasok air tambak dari Siring Sungai Way Sekampung. Namun kerana pintu air tidak berfungsi hal tersebut justru mengancam tambak terkena banjir.

“Sudah setahun rusak, Mas. Palang besinya sudah keropos sehingga pintu tidak bisa ditutup dan ketika sungai banjir air kerap masuk ke lahan tambak warga,” kata Maksus kepada Radar Lamsel, Rabu (12/12).

BACA :  Realisasi Pajak di Sragi Tembus 89 Persen

Maskus menceritan, ketika air Siring Sungai Way Sekampung meluap petani setempat hanya berusaha menutup pintu air menggunakan  papan dan karung untuk mencegah iar masuk lahan tambak warga.

“Saat banjir pekan lalu petani hanya berusaha menutup pintu air menggunakan papan dan karung berisi tanah untuk mencegah air  sungai masuk. Harapan kami instansi terkait segera memperbaiki pintu air ini,” ujarnya.

Hal tersebut juga diamini tokoh masyarakat setempat Numi Candra. Menurutnya, pintu air tersebut merupakan pintu pengairan utama untuk 25 hektar tambak warga Dusun Bunut Selatan.

BACA :  Sumbersari Tingkatkan Sarana Pendidikan, Kesehatan dan Jalan

Numi juga mengungkapkan, bahwa pihakanya telah mengusulkan perbaikan kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengujian Konstruksi dan Bangunan kecamatan setempat.

“Kerusakan ini juga mengancam 25 hektar tambak tersebut terendam banjir. Sudah kami usulkan, namun hingga kini belum ada perbaikan,” terangnya.

Terpisah Kepala UPT Pengujian Konstruksi dan Bangunan Kecamatan Sragi-Ketapang Harsono menjelaskan, pintu air tersebut merupakan aset Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung.

“Meski begitu kerusakan tersebut sudah kami laporkan ke satker induk (Dinas PUPR Lamsel’red) untuk diteruskan ke pihak Balai Besar agar segera diperbaiki,” pungkasnya. (vid)