PITAP Rampung, Produksi Bisa Naik 15 Persen

1366
Ist – Kepala DKP Lamsel DR. Meizar Melanisia meninjau program PITAP pada tambak di kawasan minapolitan, Senin (30/11) lalu.

KALIANDA – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Selatan meyakini produksi perikanan air tawar di kawasan minapolitan Kecamatan Ketapang dan Sragi bakal meningkat pada tahun 2016 mendatang. Pasalnya, program Pengelolaan Irigasi Tambak Partisipatif (PITAP) dari Dirjend Perikanan Budidaya telah rampung 100 persen.
Kepala DKP Lamsel DR. Meizar Melanesia menuturkan, program PITAP merupakan terobosan dalam meningkatkan fungsi saluran irigasi, dengan melibatkan partisipasi langsung para pembudidaya perikanan air tawar. Kegiatan ini, diharapan bisa menumbuhkan rasa kesadaran pembudidaya sebagai pengguna akan pentingnya saluran irigasi tambak.
“Tahun ini (2015’red), kita mendapatkan dua paket PITAP, yakni untuk kelompok perikanan di Kecamatan Sragi dan Ketapang. Semuanya telah rampung dikerjakan. Kami yakin, kedepan produksi tambak bisa meningkat 15 persen,”tutur Meizar diruang kerjanya, Selasa (1/12).
Dia menjelaskan, potensi budidaya tambak di kawasan minapolitan tersebut sangat besar. Karena, terdapat sekitar 3. 832 hektare tambak tradisional di kawasan tersebut. Dengan rincian di wilayah Kecamatan Sragi seluas 1.372 hektare dan di Ketapang seluas 2. 460 hektare.
“Dari luas areal tambak itu, diperoleh hasil produksi sebanyak 8.000 ton. Kami yakin dengan adanya progam PITAP yang sudah rampung ini produksinya bakal meningkat 15 persen. Jadi, bisa dihitung berapa peningkatan para pembudidaya perikanan dikawasan itu,”terangnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya bersama dengan Dirjend Perikanan Budidaya telah melakukan kunjungan di kawasan minapolitan untuk meninjau program PITAP, Senin (30/11) kemarin. Diceritakannya, perwakilan Dirjend Perikanan Budidaya meyakini bakal terjadi peningkatan produksi perikanan di kawasan tersebut.
“Kemarin kami sudah melihat langsung. PITAP sudah selesai. Dari Dirjend Perikanan Budidaya juga langsung melihatnya. Mereka sangat optimis produksi bisa meningkat. Asalkan, para pembudidaya bisa memenfaatkannya dengan baik. Karena ini demi kesejahteraan mereka,”pungkasnya. (idh)

BACA :  Belum Paham Pencegahan DBD
BAGIKAN