Polisi Dalami Penjual Senjata Api Rakitan

38

GEDONGTATAAN – Tim Tekab 308 Anti Bandit Polsek Gedongtataan berhasil menangkap R, pegawai honorer di Pemkab Tanggamus yang merupakan pemilik senjata api rakitan jenis revolver di Rumahnya berdasarkan pengembangan dari seorang remaja berinisial D, yang kedapatan membawa senjata api di Simpang Tugu Pengantin Gedongtataan pada Senin (26/6).

” Dalam pengeledahan yang dilakukan anggota kepada seorang remaja inisial D dan dua rekannya, kita menemukan senjata api berjenis revolver. Dan saat tersangka ditanya, dirinya mengaku jika senpi tersebut bukan miliknya melainkan milik saudara iparnya. Atas dasar itu, maka dilakukan pengembangan lebih lanjut,” ujar Kapolsek Gedongtataan, Kompol Aminudin BH Maksum, S.Pd, Selasa (23/6).

BACA :  Ketua DPD II Golkar Pesawaran Instruksikan Kader Dukung Petahana

Kapolsek mengatakan, selain menjelaskan terkait kepemilikan senjata api tersebut, tersangka beralasan membawa senjata api untuk menjaga diri karena terjadi perselisihan dengan seseorang.

” Karena terjadi perselisihan dengan warga sukarame dan diancam melalui pesan WhatsApp akan dibunuh, maka dirinya meminjam Slsenjata api kepada kakak iparnya,” tambahnya.

Lebih lanjut Kapolsek menyampaikan, setelah tersangka berhasil diamankan dan dilakukan pengembangan lebih lanjut, tersangka pembawa senjata api tersebut menjelaskan bahwa senjata api tersebut milik saudarannya yang berstatus tenaga honorer di salah satu instansi Pemkab Tanggamus.

” R, yang sudah berkerja 8 tahun sebagai tenaga honorer di Tanggamus dan merupakan pemilik dari senjata api tersebut berhasil diamankan tak sampai sehari,” jelasnya.

BACA :  Pemkab Pesawaran Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2019 Kepada DPRD

Sementara, R menceritakan jika dirinya mendapatkan senjata api tersebut dari grup jual beli di Facebook dan baru membelinya sekitar satu bulan yang lalu.

“Pelaku membeli senpi dan tiga buah peluru seharga Rp 1 juta di Grup Jual Beli Facebook untuk perlindungan diri. Kedua tersangka diberatkan dengan Pasal 1 Ayat 1 UU darurat No. 12 tahun 1951 dengan ancaman 20 tahun penjara. Kita juga akan melakukan penyelidikan siapa penjual senjata api rakitan kepada tersangka R,” tutupnya. (arl/esn)