Polisi Duga Pencuri di Kantor Desa Kedaton Berjumlah 4 Orang

303
Ilustrasi Berita

KALIANDA – Kepolisian masih menyelidiki kasus pencurian di Balai Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda. Babak penyelidikan ini telah menemukan tahapan-tahapan baru. Polisi melacak keberadaan para pelaku melalui jalur Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lampung Selatan.

          Sumber Radar Lamsel dari Polres Lamsel menyebutkan jika pihaknya telah berkoordinasi dengan Disdukcapil untuk melacak keberadaan para pelaku. Dari hasil penyelidikan, polisi menduga pelaku pencurian ini berjumlah lebih dari 2 orang.

          “Kalau sekarang masih penyelidikan terus. Tadi dari kantor Disdukcapil. Perkiraan, ada 4 tersangka,” kata sumber ini.

Awalnya, pegawai kantor Desa Kedaton mengetahui kasus pencurian itu pada Selasa (17/9/2019), sekitar pukul 08.00 WIB. Pelaku berhasil menggondol 1 unit komputer all in one merk Asus dan 1 unit leptop merk Acer. Lusi, pegawai kantor Desa Kedaton, mengatakan posisi kantor pada pagi itu sudah berantakan.

BACA :  Proyeksi Turun, Maksimalkan PAD!

“Pas datang, pintu depan, pintu belakang, sama pintu dapur sudah kebuka. Terus kami lihat ke ruangan tempat pelayanan masyarakat, posisinya sudah berantakan. Kami langsung lapor Pak Kades,” katanya.

Kepala Desa Kedaton, Junaidi, S.E mengaku baru mengetahui jika ada pencurian di kantornya setelah menerima laporan dari pegawainya itu. Junaidi langsung melaporkan kasus pencurian itu kepada pihak berwajib.

BACA :  Petaka Patwal ’oleng’, Lima Luka-luka

“Komputer dan leptop itu bagian penting dari kantor kami. Karena setiap hari digunakan untuk pelayanan kepada masyarakat. Kami sudah melaporkan peristiwa ini pada polisi, kita tunggu hasil penyelidikannya,”ujarnya.

Kapolsek Kalianda, Iptu. Dedi Suhandi, mengatakan bahwa pihaknya sudah memeriksa 2 orang saksi. Keduanya pegawai kantor Desa Kedaton. Ditanya mengenai kelanjutan kasus tersebut, Dedi belum bisa memberikan keterangan yang mendetail.

“Sekarang masih penyelidikan. Kalau sudah tertangkap, kami akan sampaikan ke publik. Mudah-mudahan cepat tertangkap, karena kami sudah menemukan gambaran soal kasus ini,” katanya. (rnd)