Polisi Tunggu Keterangan EI, Soal Dugaan Motor Hasil Curian

447

KALIANDA – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lamsel menemukan titik terang mengenai asal usul motor Honda beat nomor polisi BE 4970 EY yang diduga hasil pencurian karena memiliki nomor kendaraan dan nomor mesin tidak sesuai dengan BPKB.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengembangan dilapangan, polisi berhasil menemukan pemilik pertama kendaraan itu. Dia adalah WS (45) warga Kecamatan Waypanji. Dari pengakuan WS, polisi mendapati informasi bahwa kendaraan tersebut merupakan motor yang terbakar dan hanya menyisakan sebagian kerangka ketika terjadi konflik antara suku Bali dengan suku Lampung yang terjadi di Kecamatan Waypanji tahun 2012 silam.
Kemudian, kerangka motor tersebut dijual oleh WS kepada EI, warga Kecamatan Palas. “Kebetulan, keluarga si EI ini memang membuka showroom. Jadi dia membeli motor berikut Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB),” kata Kanit Jatanras Polres Lamsel Ipda. Sugianto mewakili Kasat Reskrim Polres Lamsel AKP. Efendi, S.IK kepada Radar Lamsel, kemarin.
Selanjutnya, polisi mendatangi kediaman EI di Kecamatan Palas dan bertemu dengan orangtuanya. Namun keterangan yang didapat dari orangtua EI tidak bisa dijadikan sebagai bahan penyelidikan karena yang mengurus motor tersebut dari awal hingga akhir adalah EI. “Jadi, kuat dugaan, EI lah yang memalsukan dokumen kendaraan,” lanjutnya.
Lebih jauh Sugianto menerangkan, motor Honda beat itu diketahui sudah 3 kali melakukan pembayaran pajak di Samsat Kalianda. Namun, saat melakukan pembayaran polisi tidak menaruh kecurigaan karena pembayaran pajak tidak diwajibkan membawa kendaraan. “Ketahuannya pas mau Bea Balik Nama (BBN) dari WS ke Eko Prasetyo, berarti kuat dugaan dokumen BPKB motor ini dipalsukan untuk kendaraan lain,” terangnya.
Untuk memperoleh keterangan yang jelas mengenai kendaraan itu, Sugianto mengatakan, pihaknya sudah menghubungi EI yang sedang berada diluar Lampung. “Sudah kami hubungi, 3 hari kedepan dia akan kembali ke Lampung. Hasilnya akan diketahui setelah kami melakukan pemeriksaan terhadap EI,” pungkasnya. (rnd)

BACA :  Lamsel Belum Berlakukan WFH