Polres Pesawaran Kantongi Bukti Ungkap Kasus Tewasnya Mahasiswa Diksar UKM Cakrawala Unila

136
Foto Ist - Perwakilan dari Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unila dari Fakultas Pertanian mendatangi Mapolres Pesawaran guna menanyakan kasus kematian mahasiswa yang mengikuti Diksar UKM Cakrawala.
GEDONGTATAAN – Tim Khusus yang dibentuk Polres Pesawaran saat ini telah mengantongi alat bukti yang cukup untuk mengungkap kasus tewasnya mahasiswa Fisip Universitas Lampung Aga Trias Tahta yang meninggal pada saat mengikuti pendidikan dasar (Diksar) pecinta alam UKM Cakrawala di Pesawaran.
 
“Memang untuk naik ke penyidikan minimal ada dua alat bukti. Dan alhamdulillah kita sudah penuhi itu makanya bisa naik penyidikan,” ungkap Kapolres Pesawaran AKBP Popon A.S disela menerima kunjungan IKA Unila di Mapolres setempat pada Jumat (4/10).
 
Ditanya apakah pihak kepolisian sudah menetapkan tersangka? Diakuinya, meskipun secara resmi belum menetapkan tersangka, namun pihaknya sudah mengantongi nama-nama yang nantinya bakal menjadi tersangka.
 
“Belum ada yang ditetapkan, tapi dari hasil keterangan saksi kita sudah kantongi. Tapi belum bisa kita naikan sebagai tersangka,” jelasnya.
 
Apakah kemungkinan panitia menjadi tersangka dalam kasus tersebut? Menurutnya, kemungkinan itu bisa saja terjadi.
 
“Kalau kemungkinan bisa saja terjadi, tapi masih terlalu prematur untuk menyampaikan itu. Kami masih dalami unsur pasal yang akan dikenakan,” imbuhnya.
 
Dikatakan, saat ini pihaknya masih melengkapi keterangan dari beberapa saksi peserta yang belum dapat dimintai keterangan. Dimana terdapat 3 peserta diksar lagi yang belum bisa konfirmasi untuk dimintai keterangan.
 
“Dua saksi peserta belum bisa dihubungi, apakah masih istirahat. Yang pasti satu peserta masih dirawat di rumah sakit dan belum bisa dimintai keterangan atas nama Frans. Saat ini kita lagi sidik sekaligus melengkapi keterangan-keterangan semua peserta Diksar,” ucapnya.
 
Menurutnya jika semua peserta sudah diambil keterangan, maka selanjutnya para panitia akan diambil keterangan. Untuk itu, diirinya meminta dukungan kepada semua pihak sehingga kasus tersebut menjadi terang benderang.
 
“Dengan harapan kedepan tidak akan terulang lagi. Bukan hanya Unila termasuk di universitas lainnya,” pungkasnya.
 
Terpisah, perwakilan dari Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unila dari Fakultas Pertanian, Edi Karizal menyampaikan, bahwa kedatangan beberapa alumni berbagai fakultas dan angkatan di Unila ke Mapolres Pesawaran sebagai bentuk dukungan moral kepada keluarga korban.
 
“Ini bentuk dukungan moral kepada keluarga korban,” ujarnya.
 
Menurut alumnus Fakultas Pertanian angkatan 1985 ini, Unila harusnya lebih responsif menyikapi kasus tersebut. 
 
“Karena hingga saat ini kami belum melihat upaya yang langsung kepada keluarga korban untuk menyelesaikan ini,” paparnya.
 
Ditanya desakan untuk membekukan UKM Cakrawala? Diakui Edi, seharusnya pihak Unila segera membekukan UKM Cakrawala tersebut.
 
“Bagusnya memang dibekukan, karena menurut saya standar pecinta alam polanya tidak menggunakan kekerasan. Dan ini juga yang harus diclearkan di kampus,” pungkasnya. (Esn)
 
BACA :  Dinas PMPTSP Lakukan Sosialisasi, Monitoring, dan Evaluasi Pelaku Usaha