Posyandu dan BPKB Bersinergi Perangi Stunting dan Gizi Buruk

71
Sofyan - Bidan Desa Sidomakmur, Kecamatan Waypanji Eka Suryani, saat memberikan pelayanan imunisasi kepada Balita di Posyandu Melati I, desa setempat, Senin (13/7).

WAYPANJI – Melalui program kesehatan terintegrasi, Bidan Desa dan Petugas Balai Penyuluhan Keluarga Berencana (BPKB), Kecamatan Waypanji, bersinergi memerangi stunting dan gizi buruk di tengah masyarakat, Senin (13/7/2020).

Kepala BPKB Waypanji Saiful Anwar mengatakan, BPKB memiliki program kesehatan ibu dan balita yang terintegrasi dengan program kegiatan yang ada di Posyandu.

” Dimana program kesehatan ini mencakup diantaranya, penyuluhan kesehatan terhadap Bumil mengenai Balita usia 0-5 tahun, untuk kemudian sang ibu kami imbau mengikuti program Bina Keluarga Balita (BKB),” ujarnya kepada Radar Lamsel dikantornya, kemarin.

Tujuan penyuluhan dan pendampingan kesehatan ibu dan anak diselenggarakan kata dia, untuk peningkatan kesehatan anak sejak dalam kandungan, masa bayi, balita, usia prasekolah dan usia sekolah.

Disamping lanjutnya, pemenuhan kebutuhan akan gizi yang seimbang dan pelayanan kesehatan sesuai yang dibutuhkan, ” termasuk stimulasi deteksi dan intervensi dini tumbuh kembangnya,” imbuhnya.

Ia menerangkan, melalui lembar Kartu Tumbuh Kembang Anak (KKA), petugas BPKB di Posyandu dapat memantau perkembangan bayi balita.

Sebab sambungnya, KKA berfungsi hampir sama seperti program Kartu Menuju Sehat (KMS) yang ada di Posyandu yakni, sebagai alat pemantau tumbuh kembang anak sederhana, untuk mendeteksi dini penyimpangan atau gangguan perkembangan terhadap anak.

” Seperti contoh ketika dilembaran panduan KAA bayi berumur satu bulan, umumnya dia sudah bisa tersenyum, noleh kekanan dan kekiri. Namun bila didapati sebaliknya maka ibu dan anak akan kami berikan pendampingan kesehatan, dengan berkoordinasi bersama petugas kesehatan di Posyandu. Agar dapat penanganan kesehatan yang tepat,” jelas Kepala BPKB Waypanji itu.

Upaya tersebut ujarnya, dalam rangka mendukung program pemerintah dalam memerangi stunting dan gizi buruk ditengah masyarakat.

” Langkah ini, demi suksesnya program pemerintah dalam rangka penanganan stunting dan gizi buruk ditengah masyarakat, demi mewujudkan generasi masa depan yang gemilang,” imbuhnya.

Sementara, Bidan Desa Sidomakmur Eka Suryani, A. Md. Kep mengatakan, kegiatan Posyandu di Dusun I  kepada Bumil dan balita pada kesempatan tersebut, selain mencakup pemberian makanan tambahan terhadap balita dan bumil, juga termasuk pemberian Vaksin, Dpt. Campak, Polio, Bcg kepada Balita.

” Serta penimbangan berat badan balita dan pengukuran, pertumbuhan dan lingkar pertumbuhan anak mencakup lingkar kepala serta tinggi badan balita,” terang Eka Suryani.

Rencananya kata dia, kegiatan serupa juga akan digelar di tiga Posyandu lainya di desa tersebut. Namun tetap dalam koridor penerapan protokol kesehatan dalam pelayanan.

” Hari ini kegiatan Posyandu di Dusun I Desa Sidomakmur menyasar 80 sasaran, meliputi Bumil dan Balita. Kemudian, jadwal selanjutnya, pelayanan Posyandu di Desa Sidomakmur akan dilaksanakan di tiga Posyandu lainya sampai dengan selesai. Alhamdulilah pelayanan kesehatan bumil dan balita hari ini berjalan lancar, antusias masyarakat pun cukup tinggi,” tukasnya.(CW2)