Potensi Penengahan Topang Pariwisata Terintegritas

46
Istimewa For Radar Lamsel – Air Terjun Curug Layang di Desa Tanjung Heran, Kecamatan Penengahan menjadi salah satu potensi wisata alam yang bakal dikembangkan di wilayah tersebut.

PENENGAHAN – Potensi wisata bahari atau pantai di wilayah Kabupaten Lampung Selatan bisa dikatakan tidak diragukan lagi. Namun, siapa sangka jika daerah yang letak geografisnya dikelilingi garis pantai ini juga ternyata menyimpan banyak potensi wisata alam yang tak kalah ‘apik’ dengan daerah lain.

Wilayah Kecamatan Penengahan bisa disebut salah satu kawasan yang menyimpan potensi alam tersebut. Selain itu juga, tidak dipungkiri jika Penengahan kaya akan seni budaya daerah lantaran kultur masyarakat asli Lampung Pesisir.

Berbagai wisata alam yang menjual indahnya panorama pegunungan di wilayah itu, antara lain wisata air terjun di Desa Way Kalam, wisata Way Benteng Kedagaan (WBK) di Desa Padan, wisata air Way Tebing Ceppa (WTC) di Desa Taman Baru dan keberadaan air terjun Curug Layang di Desa Tanjung Heran.

Selain itu, yang tidak boleh terlupakan adalah keberadaan wisata religi Taman Makam Pahlawan (TMP) Radin Inten II di Desa Gedung Harta. Itu merupakan beberapa potensi pariwisata yang saat ini tengah menjadi fokus Pemerintah Kecamatan Penengahan untuk dikembangkan.

Terlebih, dalam masa pandemi covid-19 ini lokasi wisata itu telah mulai kembali dibuka untuk para pengunjung. Namun, wajib dengan penerapan protokol kesehatan yang telah dicanangkan oleh pihak-pihak terkait.

BACA :  Pemberdayaan dan Akses Jalan Jadi Prioritas di Tahun 2021

“Kami sudah berkoordinasi dengan pengelola objek wisata atau pokdarwis di masing-masing desa. Telah kami sampaikan himbauan dalam penerapan protokol kesehatan dimasa pandemi ini. Misalnya, pengunjung diwajibkam pakai masker, cuci tangan sebelum masuk kawasan wisata dan jaga jarak pengunjung. Contohnya, jika pengunjung diatas 100 orang maka diatur waktu kunjungannya agar tidak terlalu padat,” ungkap Camat Penengahan Erdiansyah, SH, MM, Kamis (23/7) kemarin.

Letak wilayah Penengahan yang berada di kaki Gunung Rajabasa, dikatakan jika kecamatan tersebut kaya akan potensi wisata tirta (air’red) atau wisata alam. Selain itu, keberadaan makam Pahlawan Radin Inten II melengkapi potensi pariwisata di wilayah kecamatan tersebut.

“Keberadaan berbagai tempat wisata ini akan terus dimaksimalkan. Apalagi, Penengahan memang berbatasan langsung dengan Kecamatan Bakauheni yang diproyeksi menjadi kawasan wisata terintegritas. Tentunya, Penengahan bisa menjadi penopang dan alternatif dari wilayah Bakauheni,” imbuhnya.

Disamping itu, Penengahan juga telah berkomitmen dengan jajaran aparatur desa untuk mengembangankan potensi wisata tersebut. Ditargetkannya, tahun 2021 menjadi fokus setiap desa dalam memajukan sektor kepariwisataan.

BACA :  Semua Dusun Target Pembangunan Pemdes Banjarmasin

“Bisa dibilang Penengahan ini juga kaya akan seni budaya daerah Lampung. Bahkan, ada juga beberapa desa yang konsen dengan kesenian budaya dari daerah asal mereka. Seperti seni jatilan kuda lumping, seni gamelan dari Jawa Tengah juga ada disini. Karena, banyak juga warga pendatang yang berada dalam satu lingkup desa dan berbaur dengan masyarakat asli Lampung,” jelasnya.

Masih kata Erdi, komitmen mengembangkan potensi pariwisata juga didukung dengan menggeliatnya usaha kecil dan menengah (UKM) di wilayah yang dia pimpin. Seperti halnya, UKM dibidang handycraft atau kerajinan tangan khas yang sudah terkenal antara lain distributor tukkus (topi khas adat Lampung’red) dan kopi krakatoa.

“Kedepan kita juga akan mencoba memajukan sektor pariwisata perkebunan. Karena kita ketahui bersama bahwa beberapa desa di Penengahan merupakan sentra perkebunan buah durian. Contohnya di Desa Way Kalam, Banjarmasin dan Penengahan. Akan kita coba untuk jadi obyek wisata buah durian,” pungkasnya. (idh)