Presiden Beri Waktu Tiga Bulan Pembangunan Relokasi

367

Jokowi: Nilai Pembangunan Rumah di Lamsel Sama Dengan NTB dan Palu

RAJABASA – Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi mengatakan bahwa Kabupaten Lampung Selatan merupakan wilayah yang paling parah terkena tsunami pada 22 Desember lalu. 118 korban meninggal dunia, 290 rumah rusak menjadi bukti dahsyatnya tsunami yang menerjang wilayah pesisir di kabupaten yang berjuluk bumi Khagom Mufakat ini.

Hal itu dikatakan Presiden ketika mengunjungi Desa Waimuli Timur, Kecamatan Rajabasa, Rabu (2/1). Presiden Jokowi yang didampingi Plt. Bupati Lamsel Nanang Ermanto, Ketua DPRD Lamsel Hendry Rosyadi, dan Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo mengecek lokasi rumah-rumah yang hancur total di desa itu.

Usai melihat lokasi di Desa Waimuli Timur, Jokowi menginginkan agar masalah tsunami langsung ditangani oleh Pemkab Lamsel, Pemerintah Provinsi Lampung, BNPB, dan Kementerian PUPR.

Jokowi mengatakan, bahwa rakyat meminta agar rumah yang rusak langsung dibangun. Setelah evakuasi selesai, pemerintah akan masuk dalam tahap pembangunan rumah yang rusak. Jokowi menegaskan bahwa tidak ada hunian sementara.

“Tidak ada hunian sementara. Langsung akan dibangun rumah, tapi jarak 400 meter dari bibir pantai. Direlokasi agak naik, semuanya. Hampir 90 persen rakyat ingin di relokasi ke atas. Untuk Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku juga akan direlokasi lebih ke atas, waktunya 3 bulan,” katanya kepada wartawan.

Soal penataan bangunan, kata Jokowi, pemerintah tidak hanya berbicara untuk sekarang. Jokowi mengatakan penataan ulang untuk tata ruang diperlukan karena lokasi di wilayah Rajabasa memang sangat rawan.

“Kita tidak hanya berbicara sekarang, 5 tahun ke depan, dan 10 ke depan. Tapi berbicara puluhan tahun. Saya kira memang perlu penataan ruang kembali, terutama di tempat dan ruang-ruang yang memungkinan bencana tsunami yang berada di garis-garis ring of fire. Sudah ada tanahnya 2 hektar,” katanya.

Pemerintah akan memfokuskan pembangunan rumah yang rusak terlebih dahulu. Nilainya sama dengan di NTB dan Palu. Jokowi mengatakan bahwa pemerintah akan memulai proses mitigasi dan proses-proses pembelajaran mengenai kebencaan akan dimulai pada Januari ini, baik di tingkat sekolah dan masyarakat.

“Semua pendidikan mengenai kebencanaan akan dimulai di bulan Januari ini. Terutama memang di daerah-daerah yang kemungkinan adanya bencana itu besar. Baik itu tanah longsor, baik itu gempa, baik itu tsunami, semuanya akan dimulai,” katanya.

Usai mengunjungi Desa Waimuli Timur, Presiden Jokowi beserta rombongan langsung menunju ke rumah sakit Bob Bazar Kalianda dan posko pengungsian di lapangan Tenis Indoor Kalianda. Di posko ini, Presiden Jokowi memberikan santunan kepada beberapa pengungsi. Orang nomor satu di Indonesia ini juga menghibur anak-anak di pengungsian itu. (rnd)