Produksi Jamban Sehat Masuk Program OVOP

1911
ILUSTRASI

CANDIPURO – Produksi jamban sehat yang berada di Desa Titiwangi dinilai menjadi potensi untuk mendorong program one village one product (OVOP) yang dicanangkan Pemprov Lampung.
Hal itu dikemukakan Ketua Tim Penilaian Lomba Desa Tingkat Provinsi Mawarni. Ia menilai produksi jamban sehat yang berada di Desa tersebut sudah ikut andil dalam program pemerintah.
“Pemerintah kita mencanangkan program OVOP yaitu satu desa harus memiliki keunggulan yang bisa ditonjolkan. Dan juga diharapkan bisa bersaing dipasaran,” ujar dia kepada Radar Lamsel, Selasa (29/3), kemarin.
Mawarni menilai produksi jamban sehat yang berada di Desa Titiwangi ini baru satu-satunya di provinsi Lampung. “Tentunya ini akan menjadi perhatian pemerintah provinsi karena memang produksi rumahan seperti ini jarang sekali kita temui di Lampung bahkan nyaris tak ada,” kata dia.
Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa produksi ini dinilai bisa melambungkan Candipuro khususnya Desa Titiwangi. Dengan catatan harus konsisten dalam hal produksinya. “Asalkan konsisten bukan tidak mungkin bisa bersaing dipasaran, tinggal bagaimana mekanisme pendistribusiannya,” pungkasnya.
Jika melihat kualitas jamban, sambung dia, jamban produksi masyarakat Desa Titiwangi memang tidak kalah dengan jamban yang beredar dipasaran. “Jika dipasaran umumnya jamban bermerk Toto bukan tidak mungkin Jamban produksi rumahan ini dinamai Titi, karena berasal dari Desa Titiwangi,” ujar Mawarni dengan nada bercanda.
Sementar itu dibidang lain seperti pengolahan keripik pisang yang ada didesa tersebut ia menyatakan terkejut, karena selama ini keripik pisang yang beredar di wilayah Bandar Lampung ternyata dari Desa Titiwangi.
“ Saya kaget saat mengetahui ternyata keripik pisang yang saya beli selama ini salah satu penyuplainya adalah Desa Titiwangi,” ungkapnya. (Cw3)

BACA :  DD Tangani Corona Perlu Regulasi