Produksi Menurun, Usaha Keripik Pisang Mulai Lesu

1876
Agus Pamintaher – Pengrajin keripik pisang sedang mengepak dengan menggunakan mesin.

CANDIPURO – Desa Trimomukti, Kecamatan Candipuro yang dikenal sebagai sentra produksi keripik pisang kini berangsur-angsur mulai menurun. Para pengusaha home industri ini juga banyak yang beralih ke usaha lain.

Markus (40), salah seorang pengusaha keripik pisang mengaku, dua tahun lalu produksi keripiknya bisa mencapai 3-5 ton perbulan. Saat ini, ia hanya bisa memproduksi berkisar 1-1,5 ton perbulan. Keripik hasil olahannya dikirim ke Bandarlampung dan Jakarta.

“Dua tahun lalu, saya bisa memproduksi keripik pisang lumayan banyak dalam satu bulannya. Tetapi sekarang menurun drastis dan lebih dari separuhnya,” kata Markus, Senin (19/12).

Terkait dengan penurunan produksi, Markus yang telah belasan tahun menggeluti usahnya mengaku tidak tahu penyebabnya. Bahkan ia merugi jutaan rupiah dari uang panjar pembelian pisang kepok kepada para pemasoknya.

“Saya tidak tahu apa penyebab sampai pemesan barang berkurang seperti sekarang. Apa karena banyak persaingan usaha atau daya beli masyarakat yang kurang,” imbuhnya.

Hal sama dikatakan Juarsih (43) yang juga memiliki usaha pembuatan keripik pisang dengan merk Bintang Rasa. Ia juga merasakan jika selama dua tahun terakhir usahanya terasa lesu. Sebelumnya, banyak pesanan keripik dan kesulitan memenuhi permintaan pasar.

“Meski banyak mengalami penurunan, kami masih dapat memenuhi pangsa pasar khususnya di Lampung Selatan dan Bandarlampung. Bahkan pesanan juga sampai ke luar daerah seperti Palembang, Jakarta, Yogyakarta hingga Malang Jawa Timur,” akunya.

Semenjak terjadi penurunan produksi, Asih panggilan wanita berjilbab ini mengaku mengurangi karyawan yang bertugas mengupas pisang, menggoreng dan melakukan pengepakan. Dulu sebelum usahanya menurun, tak kurang dari 10 pekerja setiap hari ada di rumahnya.

“Kami berharap ada ada kepedulian pemerintah dan membantu kami menghidupkan usaha keripik pisang. Terutama mengenai pemasaran keripik yang tak kalah dengan hasil dari daerah lain. Apalagi keripik asal Lampung sudah cukup terkenal rasanya,” imbuhnya. (gus)