Program Kependudukan Pengaruhi Keberhasilan Program Pemerintah

176
Ilustrasi
GEDONGTATAAN – Meskipun tidak terlihat secara fisik dalam waktu yang singkat, program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga dinilai dapat mempengaruhi keberhasilan maupun kegagalan program lainnya seperti penyediaan pangan, lapangan pekerjaan, pendidikan, dan kesehatan. Untuk itu, pemerintah Kabupaten Pesawaran menghimbau kepada semua pihak untuk bersama-sama meningkatkan sinergitas implementasi program kerja lintas sektor secara terpadu dalam mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas.
 
“Sebab, kegagalan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga akan berakibat pada penyediaan daya tampung dan daya dukung lingkungan, berkurangnya sumber pangan, air dan kebutuhan hidup yang semakin tidak seimbang. Jika hal ini terjadi, dikhawatirkan akan terjadi krisis pangan, krisis air dan dampak lain yang berkaitan dengan berkurangnya potensi sumber daya alam serta berdampak kepada kelestarian lingkungan,” ujar Staf Ahli Bupati Bid. Kemasyarkatan dan SDM Pemkab Pesawaran, M. Gursil saat menjadi pembina upacara Bendera Mingguan dihalaman Pemkab setempat, Senin (1/4).
 
Menyadari hal tersebut, pihaknya mengharapkan kesungguhan dan kerja keras semua pihak untuk dapat menempatkan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga sebagai salah satu program prioritas guna mewujudkan masyarakat Kabupaten Pesawaran yang sehat dan sejahtera untuk mewujudkan Kabupaten Pesawaran yang maju, makmur dan sejahtera mellaui salah satu program ungulan yang sedang digalakkan yaitu progam Kampung Keluarga Berencana. “Kampung KB merupakan salah satu inovasi strategis dalam pelaksanaan pogram Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga secara utuh dan terintegrasi,” ucapnya.
 
Sinergitas antara pembangunan baik fisik maupun non fisik, lanjut Gursil, harus di padukan. Seperti Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, Ekonomi dan Sosial Budaya serta program Ketahanan Keluarga. Mari kita bangun keluarga menjadi keluarga sejahtera melalui Bina Ketahanan Keluarga Balita, Anak, dan Lansia serta Bina Ketahanan Remaja. Dan bagi remaja, jadilah generasi yang berencana dengan melakukan pendewasaan usia perkawinan, yaitu untuk wanita minimal usia 21 tahun, dan pria 25 tahun. Selain itu juga harus menghindari penggunan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainya (NAPZA),” tandasnya. (Rus)
BACA :  PPI Pesawaran Laksanakan Musda II
BAGIKAN