Protes Soal Zonasi, SBSI Blokir Kendaraan

639

BAKAUHENI – Rombongan Serikat Butuh Sejahtera Indonesia (SBSI) melakukan aksi pemblokiran kendaraan khusus ekspedisi SBSI untuk tidak masuk ke Pelabuhan Bakauheni, Senin (26/3) kemarin. Informasinya, aksi pemblokiran itu dilakukan sebagai bentuk protes SBSI kepada PT. ASDP Bakauheni yang dianggap telah membatasi akses para pengurus mengantarkan kendaraan sampai di dermaga.

Pemblokiran itu juga ditenggarai karena SBSI meminta PT. ASDP untuk membuat 2 jalur dan kantong parkir di dermaga. SBSI menilai, jika ini diterapkan maka akan mempermudah kerja pengurus ketika mengurus kendaraan.

Salah satu pengurus SBSI Marbun mengamini permintaan itu. Marbun mengatakan, permintaan pembuatan jalur dan kantong parkir bagi pengurus adalah tepat. Sebab, pengurus bisa mengantarkan kendaraan langsung ke dermaga 3, 5 dan 6.

“Kami minta lahan parkir supaya proses mengurus kendaraan bisa lebih cepat, dan kendaraan kami juga tidak mengganggu karena susah terpakir diarea dermaga,” katanya.

BACA :  Ada Pasien di Ruang Covid-19 RSUD Bob Bazar

Wakil SBSI Bakauheni Dobur mengatakan, SBSI sebagai mitra kerja PT. ASDP dan Gapasdap sejatinya mendukung regulasi Permenhub 29 tahun 2016 tentang sterilisasi pelabuhan. Hanya saja, kata dia, SBSI menyayangkan sikap PT. ASDP yang tak mensosialisasikan peraturan itu kepada para pengurus.

“Maunya sosialisasi dulu, bukan langsung membuat susah pengurus dan mematikan mata pencairan pengurus,” katanya.

Untuk menyelesaikan persoalan ini, SBSI meminta kepada PT. ASDP untuk mengkaji dan mensosialisasikan soal peraturan tersebut. Kemudian SBSI juga meminta PT. ASDP agar membuat kantong-kantong parkir di dermaga 3, 5 dan 6 supaya mempercepat kepengurusan kendaraan.

“Kami juga meminta dibuatkan jalur khusus ke lokasi dermaga. Supaya kendaraan pengurus tidak mengganggu aktivitas dermaga,” pungkasnya.

BACA :  2 PDP di RSUD Bob Bazar

Aksi pemblokiran yang dilakukan SBSI itu dimulai pukul 12.20 WIB dan selesai pada pukul 13.40 WIB. Rombongan pengurus SBSI menuju Kantor PT. ASDP Bakauheni untuk bertemu dengan Anton Murdianto, selaku General Manager di BUMN itu, namun yang bersangkutan tidak ada ditempat. Akhirnya, rombongan SBSI pun membubarkan diri.

Dikonfirmasi mengenai persoalan ini, Humas PT. ASDP Bakauheni Syaifullail Maslul membenarkan bahwa pimpinannya itu sedang tidak berada di Lampung. “Pak Anton lagi di Jakarta mas,” katanya.

Ditanya soal permintaan SBSI, Syaiful tak berani memberikan keterangan. “Ya itu mas tanggapan hanya bisa pak Anton yang jawab, karena pada prinsipnya beliau yang lebih berwenang,” pungkasnya. (rnd)