Proyek Buruk CV.RA Abadi Tuai Kecaman

154

Belum 10 Hari, Track Ekowisata Mangrove Sudah Rusak

SRAGI – Proyek pembangunan track ekowisata hutan mangrove di Dusun Kualajaya, Desa Bandaragung, Kecamatan Sragi menuai kecaman dari masyarakat setempat.

          Bagaimana tidak. Belum sepuluh hari pasca selesai pengerjaan jalan yang diperuntukan memajukan ekowisata hutan mangrove itu sudah mengalami kerusakan. Di beberapa titik ruas jalan sudah mulai mengelupas bahkan pecah.

          Imbasnya, pembangunan sarana dan prasarana track wisata hutan mangrove yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Kehutanan Provinsi Lampung itu dianggap tidak memberikan hasil pembangunan yang memuaskan bagi masyarakat.

Rejeki Anugerah Abadi sebagai rekanan pembangunan jalan track itu juga dinilai tidak transparan pada pelaksanaan pembangunan. Tak ada plang informasi selama pengerjaan. Alhasil jalan sekitar 400 meter dengan lebar 1,5 meter itu ditengarai sengaja disamarkan kepada publik oleh rekanan.

BACA :  4.600 Petani Sragi Masuk E-RDKK

          Salah satu warga yang mengungkapkan kekecewaannya yaitu, Devli (44). Ia mengungkapkan, pembangunan jalan track wisata mangrove yang dikerjakan sejak awal Agustus lalu tidak memberikans hasil yang memuaskan bagi masyarakat setempat.

          “Jalan yang dibangun dari angaran Dinas Kehutanan itu hasilnya jauh dari harapan masayarakat,” kata Devli kepada Radar Lamsel, Rabu (28/8).

          Devli menceritakan, pada pelaksanaan pembangunan jalan track tersebut, pihak rekanana dinilai tidak transparan kepada masyarakat. Alhasil masyarakat masyarakat setempat tidak mengetahui berapa panjang jalan rabat beton yang dibangun tersebut.

BACA :  Ayam Bantuan Mati, Diganti Ayam Pilek

          “Mungkin panjang jalan yang dibangun sekitar 400 meter, namun kami tidak tahu pasti. Karena rekanan juga tidak memasang papan informasi. Kami sempat menanyakan, tapi mereka menjawab bahwa pembangunan jalan tersebut hanya proyek kecil,” paparnya.

          Hal senada juga diungkapkan oleh  Kepala Desa Bandaragung, Samsul. Pembangunan jalan rabat beton yang diselesaikan belum genap sepuluh hari itu, saat ini telah mengalami kerusakan.

          “Masyarakat tentunya sangat kecewa dengan hasil pembangunannya. Karena belum genap sepuluh hari jalan track wisata mangrove ini sudah mengalami kerusak, banyak yang pecah,” pungkasnya. (vid)