PT. ASDP Indonesia Ferry Siapkan Skenario New Normal

56
Istimewa - Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi.

Bakauheni New Normal Dimulai 8 Juni

BAKAUHENI – Sejumlah daerah di tanah air mulai menerapkan aktivitas seperti biasa (New Normal). Ini sesuai kebijakan pemerintah pusat yang mulai menerapkan new normal namun tetap pada protokol kesehatan dan melihat perkembangan Covid-19 didaerah masing-masing.

Terkait itu, pihak penyeberangan Bakauheni-Merak juga bersiap menerapkan new normal. Sebelumnya, pihaknya penyeberangan Bakauheni-Merak memberlakukan pembatasan transportasi darat. Pembatasan itu berlaku sampai 7 Juni mendatang.

Menurut Humas PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Syaifullail Maslul, pembatasan transportasi darat akan berakhir 7 Juni 2020. Dengan demikian, lanjutnya, pemberlakuan new normal akan dilaksanakan setelah itu.

“Kalau tidak ada perpanjangan kebijakan pembatasan transportasi darat, berarti tanggal 8 Juni 2020 penyeberangan Bakauheni kembali normal dengan konsep new normal. Tetapi protokol kesehatan tetap dijalankan,” kata Syaifullail Maslul, Kamis (4/6/2020).

BACA :  Niat ’Ngecamp’ di Minang Rua Kandas

Syaifullail melanjutkan, meski kebijakan new normal akan dilaksanakan di pelabuhan Bakauheni, namun pembatasan kapasitas penumpang dalam kapal tetap dijalankan, yakni 50 persen dari kapasitas penumpang jalan kaki diatas kapal. “Untuk jumlah kendaraan tidak dibatasi. Hanya jumlah penumpang jalan kaki yang dibatasi. Meski new normal konsep protokol kesehatan, seperti pisical distancing, cuci tangan dan pakai masker tetap dijalankan,” tuturnya.

Skenario New Normal di lingkungan kantor maupun pelabuhan yang akan diterapkan di seluruh cabang di seluruh Indonesia dengan tetap mengikuti kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di masing-masing daerah.

Dalam siaran persnya, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan, dalam rangka mendukung arahan Kementerian BUMN terkait antisipasi skenario The New Normal di lingkungan BUMN, ASDP telah membentuk task force_ kesiapsiagaan antisipasi dan penanganan dampak penularan Covid-19. Task force ini berperan aktif dalam penyusunan protokol di ASDP yang memerhatikan berbagai unsur menyeluruh baik pada aspek sumber daya manusia, cara kerja operasional perusahaan baik proses maupun teknologi, serta dampaknya bagi pelanggan, mitra, dan stakeholder lainnya, serta tetap memastikan keberlangsungan bisnis.

BACA :  Pencarian 7 Nelayan Dihentikan

“Dalam konsep The New Normal ASDP ini, kami targetkan layanan penyeberangan dapat berjalan normal, lancar, aman dan nyaman yang didukung kesadaran penuh seluruh  rotokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Ada 3 hal utama dalam protokol yang menjadi perhatian bersama dan harus dipatuhi, yakni wajib menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, rajin cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan pastikan untuk physical distancing minimal 1,5 m – 2 meter,” ujar Ira.(man)