PT. PAY Juga Ditutup Paksa

1274
Veridial – Camat Katibung beserta jajarannya menutup paksa PT. Purna Arena Yudha (PAY) perusahaan ready mix beton berada di Desa Rangai Tri Tunggal Kecamatan Katibung, Kamis (13/7) sore.

Belum Kantongi Izin, Sudah Beroperasi

KATIBUNG – Pemkab Lampung Selatan terus menindak tegas sejumlah perusahaan di Kabupaten Lampung Selatan yang tak memiliki izin.

Belum tuntas kasus PT. Fendi Karya Bersama (FKB), Pemkab Lamsel juga menutup paksa PT. Purna Arena Yuda (PAY) yang beroperasi dibidang ready mix beton di Desa Rangai Tritunggal, Kecamatan Katibung. Kasusnya sama, mereka belum bisa menunjukan perizinan terkait operasi perusahaan tersebut.

Penutupan itu dipimpin langsung Camat Katibung Hendra Jaya, S.Sos. Penutupan dilakukan lantaran perusahaan yang sudah beroperasi selama dua bulan tersebut belum juga menunjukan izin meski sebelumnya sudah diperingati oleh Pemerintah Kecamatan Katibung untuk segera mengurus perizinan di Pemkab Lamsel.

Namun peringatan tersebut tidak dijalankan oleh pihak perusahaan. Akhirnya pihak Kecamatan langsung mengambil langkah tegas dengan membentangkan benner sebagai penanda bahwa PT. PAY untuk sementara tak boleh beroperasi.

“Kami sudah beri peringatan, terakhir kami datangi pada bulan ramadan agar perusahaan segera bergerak mengurus perizinan. Nyatanya sampai detik ini belum juga diurus dan langsung kami tutup,” tegasnya kepada Radar Lamsel, Kamis (13/7) sore kemarin.

BACA :  Puluhan Rumah di Pantai Mutun Terendam Banjir Rob

Saat disambangi oleh tim dari Kecamatan Katibung, tak kurang dari puluhan truk sedang beroperasi dilahan seluas 1 hektar tersebut. Bahkan, perusahaan berdalih ready mix beton tidak diperjual belikan dan khusus untuk perusahaan tersebut.

“Perusahaan berdalih tidak menjual ready mix, meski begitu kami tetap mengambil sikap tegas. Karena memang tidak ada itikad baik dari perusahaan untuk mematuhi aturan yang berlaku di Lamsel,” paparnya.

Orang nomor satu di Katibung ini melanjutkan, pihaknya beserta Sat Pol PP Katibung tak akan segan-segan bagi perusahaan yang membandel dan terkesan menyepelakan perizinan. Sebab, ini menjadi kaca perbandingan untuk perusahaan-perusahaan yang lainnya.

“Kalau tak mau ikut aturan silahkan saja, kami langsung tutup saja. Peringatan sudah kami sampaikan, kalau masih bandel kami tutup sesuai dengan arahan yang diinstruksikan pak Bupati untuk tegas dalam menindak perusahaan yang merugikan PAD Lamsel,” ujar mantan Camat Way Sulan ini.

BACA :  Pemkab Lamsel Raih WTP Empat Kali Berturut -Turut

Humas PT. PAY Rudi tak dapat berbuat banyak usai dikunjungi Pemerintah Kecamatan Katibung. Rudi berdalih pihaknya tengah memproses perizinan namun hingga kini belum selesai. “Kami sedang memproses di Pemkab,” kata Rudi.

Saat ditanya tentang produksi ready mix beton? Rudi mengaku tidak diperjual belikan dan diperuntukan bagi perusahaan yang berpusat di Bandar Lampung. “Kami tak jual, ini khusus pemakaian untuk perusahaan induk saja,” paparnya.

Sementara Kepala Desa Rangai Tri Tunggal Sofyan membenarkan jika perusahaan tersebut sudah dua bulan melangsungkan produksi. Izin lingkungan pun lanjut Sofyan belum diterima oleh Pemerintah Desa. “Ya, memang belum ada izinnya kok tanya saja ke masyarakat, belum ada izin kok sudah produksi,” tandasnya. (ver)