Pukat Hariamau Resahkan Nelayan Desa Suak

1996

SIDOMULYO – Nelayan Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo hanya berani melaut kurang dari 3 mil dari bibir pantai. Mereka takut peralatan yang digunakan untuk menangkap ikan tersangkut jaring pukat harimau milik nelayan luar daerah. Kondisi ini sudah dialami para nelayan setempat sejak belasan tahun lalu. Namun ironis, tak ada upaya petugas menertibkan nelayan yang menggunakan jaring Pukat Harimau ini.
Informasi yang dihimpun Radar Lamsel, para nelayan umumnya mengaku kesulitan dengan adanya jaring pukat harimau yang ditebar oleh nelayan luar daerah itu.
Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Bahari II Jhusadi (45) mengatakan, di desanya terdapat enam KUB yang terdiri dari 10 anggota tiap kelompoknya. “Keluhan kami, banyaknya nelayan luar daerah menggunakan pukat harimau yang menyebabkan menurunnya hasil tangkapan nelayan Desa Suak,” kata dia kepada Radar Lamsel, Selasa (26/4) kemarin.
Menurutnya, nelayan di Desa Suak hanya mengandalkan alat tangkap tradisional seperti pancing, jaring dan rawai. Jika alat mereka terkena jaring pukat harimau maka dipastikan hilang terbawa jaring tersebut. “Jangankan alat tradisional, bagan apung saja bisa rusak apabila tersangkut jaring pukat harimau,” ujar dia.
Ahmad (40) nelayan lainnya mengaku bingung harus mengadu kepada siapa terkait permasalahan yang sudah terjadi selama belasan tahun ini. “Saya bingung mas, kepada siapa nelayan harus mengadu,” ujar dia.
Lebih lanjut Ahmad (40) mengatakan, bahwa nelayan Desa Suak pernah mendatangi kapal motor yang menebar jaring pukat harimau tersebut. Namun hasilnya sia-sia. “Pernah kami tegur agar tidak memasang jaring terlalulu dekat lepas pantai. Tapi tidak dihiraukan oleh nelayan yang tak tahu berasal dari daerah mana,” ungkapnya.
Nelayan, kata dia, mengeluhkan jika keadaan ini terus berlangsung dapat mempengaruhi hasil tangkapan mereka. Sedangkan mata pencaharian bertumpu dari hasil melaut. “Harapan kami agar ada tindak lanjut dari instansi terkait untuk mengatasi permasalahan ini,” harapnya.
Menaggapi hal tersebut Kapolsek Sidomulyo yang diwakili Kanit Bimas Salman mengatakan, pihaknya akan segera menindak lanjuti keluhan para nelayan tersebut. “Akan kita adakan kerjasama dengan Polair menyangkut masalah ini. Tentunya ini akan menjadi tugas Kepolisan untuk menampung aspirasi masyarakat,” pungkasnya. (Cw3)

BACA :  Darul Qutni Wakil Ketua II DPRD Lamsel Wafat