Puluhan Hektar Padi Roboh Diterpa Angin

130

PALAS – Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi selama satu pekan terakhir menyebabkan puluhan hektar tanaman padi di wilayah Kecamatan Palas dan Sragi roboh.
Akibatnya sejumlah petani terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk mendirikan kembali tanaman padi yang roboh akibat diterpa angin menjelang masa panen.
Ketua Gabungan Kelompok Desa Tanjung Jaya Kecamatan Palas Darsono mengatakan, curah hujan desertai agin kencang yang terjadi selama satu pekan terakhir menyebabkan tanaman padi yang siap panen terancam roboh.
“Hujan dan angin kencang beberap hari ini membuat padi yang siap dipanen roboh. Hingga sudah ada sekitar 10 hektar tanaman padi yang roboh akibat diterpa angin dan hujan ini, namun sebagian lansung dipanen takut padinya rusak,” ujar Darsono memberikan keterangan kepada Radar Lamsel, Senin (4/5).
Sejumlah petani, sambung Darsono, terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk mendirikan tanaman padi yang telah roboh agar bisa dipanen menggunakan mesin. Bahkan petani juga mengalami penurunan produksi 6 – 7 kwintal setiap satu hektar.
“Terpaksan ngeluarin biaya tambahan untuk satu kotak atau seperempat hektar biayanya Rp 400 ribu untuk mendirikan kembali tanaman padi, kalau tidak begitu padi enggak bisa dipanen. Belum lagi padi yang roboh produksinya juga menurun,” tuturnnya.
Hal tersebut juga diamini oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penyuluh Pertanian Kecamatan Palas Agus Santosa. Menurutnya tanaman padi yang roboh tersebut rawan terjadi di wilayah persawahan yang memilik kadar air berlebih.
“Yang banyak roboh ada diwilayah persawahan yang masih basah, airnya berlebih. Untuk di wilayah Palas ada sekitar 15 hektar padi yang roboh,” terangnya.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Penyuluh Pertanian Kecamatan Sragi Eka Saputra juga mengungkapkan hal yang sama, dimana di wilayah Sragi juga terdapat 15 hektar tanaman padi yang roboh akibat diterpa hujan disertai angin.
“Yang cukup luas terjadi di Desa Mandalasari. Tentu saja petani merugi selain mengeluarkan biaya tambahan harga gabah juga menurun karena buah padi jadi kotor dan beratnya menurun,” pungkasnya. (vid)

BACA :  70 Disabilitas Ditarget Masuk SIPD