Puluhan Rumah Warga di Ketapang Tergenang Banjir

155

Dampak Pembangunan Jalan Cor Beton

 
KETAPANG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Ketapang, Sabtu malam berdampak buruk bagi warga diwilayah ini. Warga Dusun I, Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang misalnya.
 
Hujan deras yang melanda hingga berjam-jam lamanya mengakibatkan puluhan rumah warga setempat tergenang air.
 
Genangan air kerumah-rumah warga akibat saluran pembuangan air yang tidak berjalan maksimal. Salah satu penyebabnya adalah hasil pembangunan jalan cor beton yang ada di depan rumah warga. 
 
Menurut warga, sebelum jalan Rabat Beton yang tingginya 15 cm itu dibangun, mereka tak pernah mengalami kebanjiran sampai menggenangi di dalam rumah mereka walau hanya diatas mata kaki.
 
Warga mengaku, banyak dampak yang terjadi dari imbas pembangunan jalan Rabat Beton dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lamsel yang dikerjakan salah satu rekanan.
 
“Kami belum pernah merasakan genangan air kalau musim hujan. Karena air hujan langsung mengalir ke laut melalui saluran pembuangan. Genangan air terjadi karena dibangun jalan cor beton setinggi 15 centimeter dan tidak buatkan saluran pembuangan air,” keluh Aminah (30) warga setempat yang rumahnya tergenang air.
 
Daroh (38) warga lainnya mengatakan, saat musim panas bangunan jalan cor beton itu menimbulkan debu yang mengganggu pernafasan warga. Selain itu, pembangunan jalan cor beton yang hanya lebar 3 meter membuat mobil tidak bisa berpapasan karena bagian pinggir jalan tidak ditimbun.
 
“Kami berharap pemerintah peduli dengan kondisi warga saat ini.  Tebaran Debu semen yang tersapu angin dari jalan tersebut yang berdampak batuk-batuk pada anak anak, mobil tidak dapat berpapasan karena tidak adanya penimbunan di sisi  kanan kiri jalan. Saat musim hujan, rumah warga tergenang banjir karna tidak adanya saluran pembuangan air,” tutur ibu rumah tangga itu.
 
Warga mengaku, mereka sudah mengadukan keluhan itu kepada Hamsin selaku kepala desa setempat namun tidak ada respon yang nyata. Keluhan itu juga sudah di sampaikan kepada dua anggota Dewan Dapil 3 dari partai Golkar Ahmad Muslim dan Bambang Irawan dari Partai Gerindra.
 
Masyarakat setempat telah melaporkan secara tertulis tiga keluhan tersebut dengan di lengkapi bukti-bukti foto dan tandatangan warga yg di tujukan kepada Ketua DPRD Kabupaten Lampung Selatan melalui Muslim dan Bambang.
 
Terkait dampak buruk yang terjadi tersebut, masyarakat mengharapkan kepada Bupati Lampung Selatan untuk segera menindaklanjuti keluhan masyarakat tersebut. 
 
“Kami bukan tidak bertrimakasih jalan kami di bangun, namun bila pembangunannya asal jadi dan amburadul dan malah menyusahkan warga tidak mungkin kami hanya diam. Sementara mereka si pemborong bersenang senang, sedangkan kami mendapat dampak buruk dari hasil pembangunan yang tidak tuntas,” bebernya.
 
Saat di konfirmasi belum lama ini, Ahmad Muslim dan Bambang Irawan  mengatakan, laporan tersebut sudah di tindaklanjuti ke Ketua DPRD Lamsel. “Laporan warga sudah kami sampaikan kepada pimpinan dan sudah disposisikan tinggal nunggu agenda tim dari DPRD bersama Tim Dinas PUPR turun ke lapangan,”ujarnya.(man)
BACA :  Musrenbangdes Sumur, Sektor Pembangunan Infrastruktur Masih Mendominasi