Pupuk Subsidi Diklaim Aman

33
ILUSTRASI

SRAGI – Kebutuhan pupuk bersubsidi wilayah Sragi diklaim aman selama tahun ini. Bahkan dipertengahan Januari ini pupuk bersubsidi mulai didistribusikan di wilayah itu.

Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penyuluh Pertanian Kecamatan Sragi, Eka Saputra. Meskipun program kartu petani belum bisa diaplikasikan oleh petani pada tahun, namun hal tersebut tidak mempengaruhi pendistribusian pupuk bersubsidi di wilayah Sragi.

“Tahun lalu kita merencanakan penebusan pupuk melalui kartu tani, tapi saat ini belum terealisasi. Namun hal ini tak berpengaruh pada kebutuhan pupuk bersubsidi petani di tahun ini, aman tidak ada kendala,” ujar Eka memberikan keterangan kepada Radar Lamsel saat ditemui di kantor UPT Penyuluh Pertanian Sragi, Senin (18/1).

BACA :  Harga Jagung Stabil Jelang Panen

Eka menuturkan,  pada penyusunan Electronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (ERDKK) sebanyak 4.170 petani yang masuk dalam progran kartu tani atau kartu petani berjaya. Namun hal tersebut urung diaplikasikan petani lantaran belum ada kesiapan aplikasi dan pihak bank.

“Kan kalau pakai kartu petani, pembayaran melalui aplikasi online. Namun belum bisa diaplikasikan petani karena aplikasinya belum siap, serta dari pihak banknya,”sambungnya.

Ekan mengungkapkan, di tahun ini kebutuhan pupuk urea bersusidi mencapai 2.800 ton, sendangkan NPK mencapai 5.085 ton. Pupuk tersebut untuk memenuhi lahan sawah seluas 2.272 hektar dan lahan jagung seluas 2.800 hektar untuk musim tanam sepanjang tahun 2021.

BACA :  Hama Tikus Serang Tanaman Jagung

“Kebutuhan pupuk ini kita usulkan berdasarkan RDKK. Total kebutuhan pupuk urea mencapai 2.800 ton dan NPK 5.085 ton untuk musim tanam padi dan jagung sepanjang musim tahun ini,” terangnya.

Eka juga mengaku, meskipun capaian penanaman padi baru 16 persen atau seluas 364 hektar dari total luas lahan 2.272 hektar. Namun sejumlah kelompok tani sudah mulai memenuhi persiapan kebutuhan pupuk. Penebusan juga masih dilakukan dengan sisten manual.

“Kelompok sudah memenuhi persiapab kebutuhan pupuk. Penebusan masih secara manual pembayara dari kelompok ke kios,” pungkasnya. (vid)