Puskes Belum Lapor, Dinkes Klaim DBD Aman

36
ILUSTRASI DBD

KALIANDA – Penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) selalu menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Terlebih,  pada kondisi peralihan cuaca seperti saat ini dianggap sebagai waktu favorit perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti.

 Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Selatan mengklaim, kasus DBD pada awal tahun 2020 ini masih terbilang aman. Namun, pihaknya belum bisa memberikan data pasti terkait kasus DBD lantaran masih pertengahan bulan.

 “Memang belum kita lakukan rekapitulasi data dari seluruh puskesmas yang tersebar di wilayah Lamsel. Karena biasanya memang diakhir bulan bisa kita pastikan jumlah secara keseluruhan. Kami sebut aman karena kalau ada kejadian luar biasa (KLB) pasti laporan untuk penanganan cepat sudah masuk ke dinas,” ungkap Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinkes Lamsel Kristi Endarwati, Kamis (16/1) kemarin.

BACA :  90 Siswa SD Adu Kemampuan di KSN Tingkat Kecamatan

 Dia menambahkan, dari data sementara yang diperolah baru sekitar 16 kasus DBD ditemukan positif menjangkit warga masyarakat. Data itu diperoleh dari dua wilayah yakni RSUD Bob Bazar sebanyak 11 kasus dan Puskesmas Ketapang sebanyak 5 kasus.

 “Informasi yang beredar di Ketapang ada sebanyak 15 kasus DBD langsung kita klarifikasi. Alhasil, yang positif DBD hanya 5 orang sementara sisanya masih terduga. Kalau dari RSUD memang selalu melaporkan jika ada persoalan kasus DBD,” imbuhnya.

BACA :  Instruksi Pusat: Ceriwislah Bawaslu!

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk memastikan penderita penyakit DBD harus dilakukan dengan berbagai uji medis. Sehingga, data yang dikeluarkan bisa mendetail dan tidak terjadi kesalahan.

“Seperti kejadian di Ketapang kemarin. Maka kita langsung turun ke lapangan. Karena, trombosit menurun belum tentu dia terkena DBD. Masih banyak faktor lain yang perlu diuji secara medis,” imbuhnya.

Dia berharap, masyarakat terus meningkatkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan menerapkan 3M (menutup, menguras, menimbun). “Langkah ini jadi salah satu cara tepat meminimalisir penyakit,” pungkasnya. (idh)

BAGIKAN