Puskesmas Pembantu tak ‘Membantu’

141
David Zulkarnain – Inilah kondisi puskemas pembantu di Dusun Bunut Utara, Desa Bandaragung, Kecamatan Sragi yang terbengkalai akibat sepinya aktivias medis, Rabu (31/7).

Warga Bandaragung Tempuh Jarak 10 Km untuk Berobat

SRAGI – Puskesmas Rawat Inap (PRI) Sragi mesti mencari solusi tawar terkait keresahan warga Desa Bandaragung Kecamatan Sragi.

          Terhentinya operasional medis di Puskesmas Pembantu didesa itu menyebabkan warga harus menempuh jarak 10 kilometer untuk mendapat perawatan di PRI Sragi. Lokasi PRI yang berada di Desa Kuala Sekampung terlampau jauh bagi masyarakat Desa Bandaragung.

Diketahui, terdapat dua aset milik Unit Pelakasana Teknis (UPT) Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Sragi, yang berada di Dusun Bunut Selatan dan Bunut Utara, Desa Bandaragung jadi sorotan masyarakat.

          Salah satu aset yang menjadi sorotan yaitu, bangunan eks puskesmas pembantu yang berada di Dusun Bunut Utara. Sepinya aktivitas petugas  medis selama dua tahun terakhir membuat bangunan tersebut tampak tidak terawat.

          Sunarji (47) salah satu warga setempat mengatakan, minimnya aktifitas kehatan di puskesmas pembantu selama dua tahun terahir membuat bangunan tersebut terbengkalai dan minim perawatan.

BACA :  Sragi Perketat Pendataan Warga Dari Luar Daerah

          “Sebelumnya bangunan ini merupakan UPT Puskesmas dan dialih fungsikan menjadi puskesmas pembantu. Namun sepinya aktivitas dari petugas medis bangunan ini menjadi terbengkalai dan tidak terawat lagi,” kata Sunarji kepada Radar Lamsel, Rabu (31/7).

          Sebagai masyarakat, lanjut Sunarji, kondisi ini sangat disayangkan. Terhentinya aktifitas medis di puskesmas pembantu tersebut membuat masyarakat setempat harus menempuh jarak 10 kilo meter untuk mendapatkan perawatan medis di UPT Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Sragi, yang berada di Desa Kuala Sekampung.

          “Sangat disayangkan lah mas, jika dibiarkan seperti ini. Karena memang fungsinya puskesmas pembantu ini sangat penting untuk membantu masyarakat Bandaragung,” ujar Sunarji.

          Sunarji berharap kepada pihak Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Sragi agar  puskesmas pembantu tersebut dapat difungsikan kembali.

          “Harapan masyarakat puskesmas ini dapat difungsikan lagi. Karena jika ingin berobat masyarakat harus menempuh jarak 10 kilo meter menuju Puskesmas yang berada di Desa Kuala Sekampung,” harapnya.

BACA :  Dua Kerbau Raib Ditengah Pandemi

          Kondisi ini juga diamini oleh Kepala Desa Bandaragung, Samsul juga mengamini kondisi aset UPT Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Sragi tersebut. Bahkan menurutnya, kondisi yang sama juga terjadi pada bangunan eks puskesmas yang berada di  Dusun Bunut Selatan.

          “Selain di Dusun Bunut Utara, bangunan bekas puskesmas pada tahun 80-an itu yang berada di Dusun Bunut Selatan juga terbengkalai. Sebagai pemerintah desa kami juga merasa prihatin,kedepannya salah satu bagunan ini akan kami usulkan menjadi puskedes atau gedung posyandu,” pungkasnya.

 Sementara Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Sragi Sumari Sasmito masih bungkam ketika Radar berupaya mengkonfirmasi. Dihubungi sambungan teleponnya, meski aktif namun Kepala PRI Sragi itu tak menggubris. (vid)