Puskesmas Way Urang BIAS di Tengah Pandemi

43

KALIANDA – UPT Puskesmas Way Urang terus berusaha memenuhi standar pelayanan di tengah pandemi Covid-19. Langkah ini dilakukan agar pelayanan kesehatan tetap dinikmati oleh masyarakat. Dalam waktu dekat, puskesmas ini akan melaksanakan kegiatan BIAS (Bulan Imunitas Anak Sekolah).

“Insyaallah besok (hari ini’red) kita mulai di desa Agom,” kata Kepala UPT Puskesmas Way Urang, Saiful Anwar, S.Km.,M.Kes kepada Radar Lamsel, Selasa (29/9/2020).

Saiful mengatakan, kegiatan BIAS ini menyasar siswa-siswi yang duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar (SD). Di desa Agom sendiri, kata Saiful, memiliki beberapa SD. Jadi pelayanan BIAS di masa pandemi ini akan dilakukan dengan mekanisme yang berbeda. Caranya puskesmas menghubungi pihak sekolah untuk mengkoordinir para siswa.

BACA :  Proyeksi Turun, Maksimalkan PAD!

“Teknis pelaksanaannya koordinasi dengan pihak sekolah, lalu kepala sekolah menghubungi orang tua siswa,” katanya.

Lebih lanjut, Saiful mengatakan bahwa ada beberapa SD di desa Agom. Besar kemungkinan jumlah siswa yang akan diberi pelayanan BIAS pun mencapai puluhan orang. Setiap ruangan akan diisi paling banyak 15 orang. Jika memiliki sekolah-sekolah tersebut memiliki ruangan banyak, jumlah anak harus dibagi tiap ruangan.

“Misal siswanya ada 30 orang, jadi kita pakai 3 kelas. Masing-masing isinya 10 orang, kita terapkan protokol kesehatan,” katanya.

BACA :  Tambak Dilanda WSSP, DKP Anjurkan Asuransi

Meski terbatas, pelayanan BIAS tetap harus dijalankan untuk mengecek kondisi kesehatan anak-anak. Pasalnya, imunisasi merupakan proses pemberian vaksin MR (measles dan rubella) pada tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit berbahaya yang bisa menyebabkan cacat atau bahkan kematian.

Pihak UPT Puskesmas Way Urang telah membuat jadwal kepada masing-masing sekolah di desa yang menjadi tanggung jawab mereka. Saiful mengatakan pihaknya hanya sebatas membuat jadwal, sementara keputusan sepenuhnya berada di tangan pihak sekolah.

“Contoh desa A kita buat jadwal lusa, tapi mereka tidak siap. Jadwalnya diubah lagi jadi hari berikutnya,” katanya. (rnd)