Puso Meluas 180 Hektar

125
ILUSTRASI

PALAS – Dampak banjir luapan Sungai Sekampung yang terjadi selama dua pekan belakangan di wilayah Kecamatan Palas menyebabkan puso atau gagal panen semakin meluas.

Luapan Sungai Sekampung yang merendam 356 hektar tanaman padi di lima desa tersebut setidaknya sudah menyebabkan 180 hektar tanaman padi megalami puso. Sementara tanaman padi yang mengalami rusak berat seluas 52 hektar dan rusak sedang 124 hektar.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penyuluh Pertanian Kecamatan Palas Agus Santosa mengatakan, dalam satu pekan terakhir pihaknya mencatat banjir akibat luapan Sungai Sekampung itu telah merendam 356 hektar tanaman padi yang tersebar di lima desa.

Kelima desa yang terdampak banjir tersebut antara lain, Desa Bandan Hurip seluas 144 hektar, Pulau Tengah 80 hektar,  Mekar Mulya 50 hektar,  Bumirestu 65 Hektar, dan Palas Jaya 17 hektar.

BACA :  Kerap Mengamuk, ODGJ Diamankan

“Pekan kemarin kami kemabali melakukan pendataan  ada penambahan yang cukup luas di Bandan Hurip   yang tadinya hanya 50 hektar  menjadi 144 hektar. Kami juga memonitoring di desa lain dan ternya ada dua desa lagi yang terdampak yakni Desa Bumirestu 65 hektar, dan Palas Jaya 17 hektar. Total banjir yang terjadi sejak akhir Maret hingga sekarang telah merendam 356 hektar,” ujar Agus memberikan keterangan kepada Radar Lamsel, Senin (20/4).

Agus menuturkan, meluasnya tanaman padi yang terdampak banjir tersebut tentusaja menyebabkan tanaman padi yang mengalami puso juga ikut meluas. Tercatat tanaman padi yang dipastikan sudah mengalami gagal panen sudah mencapai 180 hektar.

Agus menyebutkan, puso yang paling luas terjadi di Desa Bandan Hurip yang mencapai 60 hektar,  Pulau Tengah dan Mekar Mulya masing-masing seluas 30 hektar. Kemudian Desa Bumirestu 50 hektar dan Desa Palasjaya 10 hektar.

BACA :  Penyelesaian Sengketa Lambat, Ditampik

“Pekan kemarin kami mendata puso hanya 50 hektar, tapi sekarang sudah bertambah menjadi 180 hektar dan sudah di pantau oleh petugas PPOPT juga. Sementara yang mengalami rusak berat 52 hektar dan rusak sedang 124 hektar,” tuturnya.

Meski saat ini air sudah mulai meninggalkan lahan persawahan, sambung Agus, namun jika curah hujan kembali meningkat tanaman padi yang mengalami puso diperkirakan akan bertambah.

“Sekaran air sudah mulai kering karena air Sungai  Way Pisang sudah surut. Tanaman yang rusak sedang juga sudah mulai pulih. Namun tidak menutup kemungkinan tanaman yang mengalami rusak berat bisa jadi puso kalau beberapa hari ini terjadi hujan deras,” tutup Agus. (vid)