Rabat Beton Perlu Penanganan Khusus

129
David Zulkarnain – Beberapa pekerja sedang mengerjakan pembangunan jalan rabat beton Desa Rejomulyo, Kecamatan Palas, Rabu (18/9).

PALAS – Pelaksanaan pembangunan fisik yang berjalan di desa selalu dituntut untuk menghasilkan pembangunan yang berkualitas dan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

Untuk itu Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa harus selalu memperhatikan komposisi material bangunan sesuai hasil uji lab. Terlebih pada saat musim kemarau pelaksanaan pembangunan juga memerlukan perhatian khusus.

Terutama dalam pelakasanaan pemabangunan jalan rabat beton. suhu musim kemarau yang terlalu tinggi dapat menimbulkan retakan yang dapat mengurai kualitas pembanguan rabat beton.

          Hal tersebut diungkapkan oleh Pendamping Desa Teknis Infrastruktur (PDTI), Nanang Bayu pada saat memantau realisasi pembangunan jalan rabat beton di Desa Rejomulyo, Rabu (18/9).

BACA :  21 Kades di Palas Non Reaktif Covid-19

          Nanang menerangkan, realisasi pembangunan jalan rabat beton yang berjalan dimusim kemarau bisa memberikan pengaruh berkurangnya kualitas pembangunan akibat suhu yang terlalu tinggi.

          “Cuaca panas juga sangat berpengaruh pada kualitas pembangunan. Salah satunya bisa menyebabkan beton retak karena suhu yang terlalu tinggi,” ujar Nanang kepada Radar Lamsel.

          Nanang menjelaskan, pelaksanaan pembangunan di musim kemarau TPK tidak hanya dituntut untuk memperhartikan komposisi material pembangunan. Namun juga memerlukan penanganan khusus, untuk melakukan penyiraman secara berkala untuk mencegah timbulnya retakan.

BACA :  Daya Tahan Tubuh Masuk RPP Paud

          “Berbeda dengan musim hujan, pelaksanaan pembangunan di musim kemarau memang perlu perhatian khusus. Salah satu upaya untuk mencegah timbulnya retakan yaitu dengan melakukan penyiraman air secara bekala,” terangnya.

          Hal tersebut juga diungkapkan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penguji Konstruksi dan Bangunan Kecamatan Palas, Selamet. Ia berharap, penyiraman secara berkala ini dapat menjadi atensi bagi seluru TPK desa di Kecamatan Palas.

          “Penyiraman secara berkala ini harus jadi perhatian TPK. Karena jika tidak bisa menyebabkan jalan retak, yang tentunya akan mengurangi kualitas pembangunan,” pungkasnya. (vid)